Kami siap menjawab pertanyaan Anda tentang jasa pembuatan aplikasi. Silahkan hubungi kami pada jam kerja Senin - Sabtu dari pukul 9:00 - 17:00 wita!
APPKEY | Cara Mewujudkan Pengalaman Onboarding Terbaik pada Aplikasi
Sebuah proses onboarding yang baik menunjukkan sekaligus menekankan pada keuntungan dan manfaat aplikasi, bukan hanya sebatas memperkenalkan fitur-fitur saja. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut terkait cara-cara pembuatan layar onboarding yang menguntungkan Anda sekaligus pengguna. Simak selengkapnya!
21141
post-template-default,single,single-post,postid-21141,single-format-standard,qode-listing-1.0.1,qode-quick-links-1.0,qode-restaurant-1.0,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-theme-ver-17.2,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-6.3.0,vc_responsive
thumbnail-on-boarding

Cara Mewujudkan Pengalaman Onboarding Terbaik pada Aplikasi

Onboarding pada aplikasi bisa diibaratkan sebagai suatu “masa orientasi”. Oleh sebab itu, tujuan sebenarnya dari proses onboarding pada aplikasi adalah untuk mengajarkan pengguna cara menggunakan aplikasi tersebut. Belakangan ini, fungsi tersebut tampaknya telah bergeser sedikit dari sekadar memperkenalkan cara pemakaian aplikasi ke pengguna baru. Kini, proses onboarding turut digunakan untuk menginformasikan nilai-nilai positif dan keuntungan dari penggunaan aplikasi.

Proses onboarding yang baik tentu akan menguntungkan Anda selaku pengembang aplikasi. Pengguna yang merasa terbantu oleh proses onboarding yang baik akan menggunakan aplikasi Anda secara berkelanjutan. Alhasil, retensi pengguna aplikasi Anda pun akan meningkat hingga 50%.  Semakin besar nilai retensi pengguna terhadap aplikasi Anda, maka akan semakin baik. Ini berarti aplikasi memiliki alasan kuat untuk mempertahankan para penggunanya.

Layar onboarding atau orientasi ini menjadi hal yang sangat penting pada masa-masa awal kehadiran smartphone dan app store (toko aplikasi) di masyarakat. Tujuannya tentu saja untuk membantu pengguna memahami bagaimana cara aplikasi bekerja, dan bagaimana cara melakukan navigasi pada aplikasi.

Akan tetapi di masa sekarang ini, kegiatan memperkenalkan dan mengajari cara kerja aplikasi pada pengguna sudah dirasa tidak begitu penting lagi. Ini dikarenakan Apple App Store dan Google Play Store telah hadir di masyarakat selama lebih dari 5 tahun dan digunakan oleh lebih dari 2 miliar pengguna smartphone di seluruh dunia. Tata cara penggunaan aplikasi seolah-olah sudah berada di luar kepala kita.

Meski begitu, bukan berarti Anda tidak perlu lagi untuk menyertakan suatu “acara perkenalan” pada layar aplikasi Anda, terutama untuk pengguna baru. Menyertakan layar onboarding nyatanya masih memiliki sejumlah manfaat. Mayoritas pengguna smartphone memang lebih suka mengeksplor suatu aplikasi sesuai rasa penasaran dan keingintahuan mereka sendiri, tetapi kalau begitu, mereka jadi tidak akan mengetahui keuntungan yang ditawarkan aplikasi Anda.

Ya, Anda juga bisa dan memang sudah seharusnya mencantumkan keuntungan dan penawaran dari aplikasi pada deskripsi aplikasi. Tetapi, kalau Anda berasumsi tidak semua orang akan membaca keterangan tersebut secara utuh atau mereka semata-mata lupa akan keterangan tersebut, bukankah metode perkenalan singkat pada layar onboarding aplikasi akan sangat membantu? Kami tekankan sekali lagi, metode perkenalan singkat pada aplikasi Anda, khusus untuk para pengguna baru.

Sebuah proses onboarding yang baik menunjukkan sekaligus menekankan pada keuntungan dan manfaat aplikasi, bukan hanya sebatas memperkenalkan fitur-fitur saja. Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut terkait cara-cara pembuatan layar onboarding yang menguntungkan Anda sekaligus pengguna. Di bawah ini adalah dua tipe proses onboarding yang biasa digunakan oleh aplikasi smartphone:

Artikel Terkait  Daftar 8 Aplikasi Mobile yang Lebih Baik dari Versi Dekstopnya

Onboarding yang Berfokus pada Manfaat, Keuntungan dan Penawaran Aplikasi

 

on-boarding-1

Tipe layar onboarding ini berfokus untuk menonjolkan sejumlah nilai positif, manfaat, keuntungan dan penawaran yang bisa didapatkan oleh pengguna aplikasi. Tipe onboarding ini mengedukasi para pengguna baru aplikasi Anda terkait keuntungan yang bisa mereka dapatkan, sekaligus memancing rasa penasaran mereka untuk mencoba aplikasi lebih lanjut.

Onboarding yang Berfokus pada Fungsi Aplikasi

 
Berbeda dengan tipe sebelumnya, tipe onboarding ini lebih berfokus untuk memperkenalkan pengguna baru dengan fungsi aplikasi. Pengguna baru akan ditunjukkan fitur-fitur penting dalam aplikasi sekaligus cara menggunakannya.

Mayoritas aplikasi smartphone di bidang retail dan pelayanan khususnya untuk bisnis berukuran kecil dan sedang atau medium masih belum memiliki susunan dan fitur-fitur yang kompleks. Jika kondisi aplikasi Anda juga seperti ini, Anda sebaiknya mengaplikasikan kedua tipe onboarding di atas (berfokus pada keuntungan sekaligus berfokus pada fungsi dan fitur aplikasi).

Layar perkenalan pada aplikasi Anda cukup secara sederhana menampilkan keuntungan dari mengunduh lalu menggunakan app, disertai “pengingat” bagi pengguna untuk menghidupkan fitur push notification. Bisa menawarkan secara langsung produk atau pelayanan kepada konsumen menjadi salah satu keunggulan dari memiliki aplikasi smartphone untuk bisnis Anda sendiri. Biasanya, penawaran ini dilakukan melalui fitur push notification. Sayangnya, hanya sekadar meminta pelanggan untuk mengaktivasi push notification masih kurang efektif dibandingkan memperkenalkan di awal keuntungan apa saja yang bisa mereka dapatkan dari menghidupkan fitur tersebut.

Bahkan, jika Anda akhirnya memutuskan untuk tidak menyertakan “sesi perkenalan” pada aplikasi, aplikasi Anda tetap harus mempunyai satu layar yang mengarahkan pengguna untuk menyalakan fitur push notification. Sertakan juga informasi ringkas yang memberitahukan pengguna kira-kira seberapa sering mereka akan mendapatkan notifikasi serta tentang apa saja pemberitahuan yang akan mereka terima.

Jika aplikasi Anda mengharuskan pengguna baru untuk mendaftar atau membuat akun terlebih dahulu, Anda bisa menyertakan satu layar yang memuat informasi-informasi tersebut bersamaan dengan informasi yang Anda perlukan dari mereka dan alasan data tersebut dibutuhkan. Idealnya, layar yang membuat informasi ini ditampilkan terakhir. Kemudian, pengguna aplikasi akan diarahkan langsung ke laman registrasi atau login.

Penting untuk Anda melibatkan kontribusi dan pengalaman konsumen dalam menggunakan aplikasi saat memutuskan apa-apa saja keuntungan dan nilai positif yang dapat Anda tawarkan ke pengguna baru. Jika aplikasi Anda sudah pernah digunakan orang-orang sebelumnya, Anda bisa memerhatikan bagian analisis aplikasi untuk mencari tahu fitur terpopuler dari aplikasi menurut masyarakat.

Jika aplikasi Anda masih dalam proses pengembangan, perluas penelitian dan pengamatan Anda untuk mencari tahu fitur yang paling berpotensi disukai masyarakat. Fitur-fitur potensial ini bisa mencakup sejumlah hal unggulan seperti program loyalitas konsumen atau kemampuan melakukan pemesanan secara online. Namun untuk menentukan fitur terbaik untuk diperkenalkan, Anda harus kembali lagi melihat pada sektor mana aplikasi berkembang (retail, pelayanan, bisnis, dll).

Ambil contoh aplikasi restoran dan sejenisnya. Pada aplikasi restoran, akan lebih menguntungkan dan menarik minat konsumen jika layar onboardingnya lebih fokus memperkenalkan ketersediaan fasilitas pesan-antar daripada program loyalitas konsumen. Jadi, agar tidak salah dalam menentukan hal apa yang akan Anda informasikan di layar onboarding, lakukanlah riset terlebih dahulu.

Artikel Terkait  10 Langkah Dasar Algoritma Pemrograman yang Penting Untuk Diketahui Pemula

5 Cara untuk Membuat Layar Onboarding Aplikasi yang Terbaik

 

on-boarding-2

Setelah menentukan keuntungan atau fitur aplikasi yang akan ditawarkan ke pengguna baru, kini saatnya untuk membuat layar onboarding aplikasi! Ada sejumlah hal yang harus diperhatikan saat mendesain layar perkenalan ini.

1.Konsisten

 
Pastikan bahwa proses onboarding berjalan sesuai dengan tujuan aplikasi dan brand perusahaan Anda. Gunakan gaya, ciri khas atau karakteristik lain yang dimiliki oleh branding produk atau perusahaan Anda.

2.Sederhana dan Praktis

 
Secara keseluruhan, proses onboarding haruslah bersifat cepat, praktis dan sederhana dengan tujuan memudahkan pengguna itu sendiri. Untuk mencapai kemudahan ini, sertakan tombol-tombol atau teks yang memungkinkan pengguna melompati (skip) keseluruhan prosesi atau mengarahkan mereka langsung ke layar selanjutnya. Anda juga bisa memberikan keterangan yang mengindikasikan pada pengguna tentang jumlah layar dalam proses perkenalan / onboarding.

3.Mengedepankan Keuntungan Pengguna

 

on-boarding-3

Berfokuslah pada keuntungan serta nilai-nilai positif yang dapat dirasakan konsumen alih-alih hanya sebatas menginformasikan fungsi aplikasi kepada mereka. Hal ini penting sebab melalui aplikasi, Anda bisa dengan mudah menawarkan beragam keuntungan, nilai positif sekaligus fungsi yang memudahkan pengguna untuk memenuhi kebutuhan mereka. Tujuannya tak lain untuk mendorong pengguna jadi semakin sering menggunakan aplikasi Anda sekaligus meningkatkan retensi pengguna.

4.Meminta Informasi Pengguna yang Diperlukan

 
Jika aplikasi Anda mengharuskan para pengguna untuk mendaftar atau membuat akun sebelum bisa memakai aplikasi, ingatlah untuk tidak bertele-tele saat proses pendaftaran akun berlangsung. Maksud dari bertele-tele di sini adalah meminta pengguna untuk mengisi informasi terlalu banyak dan tidak penting saat registrasi, seperti mencantumkan jenis makanan kesukaan, zodiak, warna favorit, golongan darah, dan lainnya.

Saat merumuskan laman pendaftaran pengguna baru, fokuslah hanya untuk mendata informasi yang penting dan Anda butuhkan seperti nama, alamat e-mail, dan nomor telepon. Untuk kebutuhan program loyalti konsumen atau pemesanan online, 3 informasi ini saja sudah cukup digunakan sebagai bahan pendataan. Namun untuk keperluan lain seperti bisnis yang menawarkan pengiriman barang melalui aplikasi, Anda bisa menambahkan kolom tambahan yang menanyakan alamat rumah pengguna.

Intinya, sesuaikan data diri pengguna yang dibutuhkan dengan tujuan serta kegunaan aplikasi Anda. Tanyakan hal-hal yang penting saja, sebab meminta terlalu banyak informasi pengguna dapat menimbulkan perasaan tidak nyaman pengguna yang mengakibatkan mereka “pergi” sebelum benar-benar memakai aplikasi. Anda juga dapat dinilai melanggar privasi pengguna jika meminta terlalu banyak informasi personal.

Artikel Terkait  [Apa itu Aplikasi Hybrid? ] Pengantar dari Pengetahuan Dasar Hingga Cara Menggunakan

5.Tunjukkan dengan Singkat, Padat dan Jelas

 
Anda bisa menggunakan teks atau kalimat yang singkat, lugas, dan tidak bertele-tele pada layar onboarding. Agar terlihat lebih menarik lagi, Anda bisa mengganti penggunaaan kalimat dengan gambar animasi atau video selain gambar-gambar diam pada layar onboarding. Apapun pilihan Anda dalam mendesain, fokuslah pada proses “menunjukkan ketimbang memberitahukan” (show, don’t tell).

Tetaplah ingat untuk tidak menampilkan video ataupun gambar animasi terlalu lama atau memiliki durasi panjang. Anda bisa menyertakan timer kecil dalam video sehingga pengguna juga bisa mengetahui durasi video yang akan mereka tonton saat proses onboarding.

Apakah Anda membutuhkan jasa pembuatan aplikasi? | PT APPKEY
Selain mengembangkan aplikasi, kami juga akan membantu Anda mengelola dan meningkatkan kualitas aplikasi Anda, dengan penerapan strategi pemasaran yang tepat, diharapkan nantinya dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang Anda hadapi.

Tentang Kami
Pengnalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami