Kami siap menjawab pertanyaan Anda tentang jasa pembuatan aplikasi. Silahkan hubungi kami pada jam kerja Senin - Sabtu dari pukul 9:00 - 17:00 wita!
APPKEY | Kunci Pengembangan Aplikasi adalah Monetisasi! 4 Metode untuk Mendapatkan Laba
Tujuan membuat aplikasi sudah pasti untuk mendapatkan laba. Simak beberapa metode mendapatkan laba melalui aplikasi berikut ini.
20728
post-template-default,single,single-post,postid-20728,single-format-standard,qode-listing-1.0.1,qode-quick-links-1.0,qode-restaurant-1.0,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-theme-ver-17.2,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-6.2.0,vc_responsive

Kunci Pengembangan Aplikasi adalah Monetisasi! 4 Metode untuk Mendapatkan Laba

Sebuah perusahaan menciptakan dan mengembangkan suatu aplikasi tentu karena adanya suatu tujuan. Tujuan tersebut yaitu agar aplikasi dapat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari dan keinginan perusahaan untuk mendapat pelanggan. Bukan hanya itu saja, perusahaan pengembang juga ingin menumbuhkan loyalitas dari pelanggan.

Selain hal tersebut, tujuan utama perusahaan pengembang menciptakan aplikasi adalah untuk monetisasi atau mendapatkan penghasilan. Untuk menciptakan aplikasi yang dapat menghasilkan laba tentu bukanlah suatu hal yang mudah. Modal awal yang perlu dikeluarkan pun juga banyak. Intinya, ada proses yang keras untuk mendapatkan semua hal itu.

Ingin tahu metode apa sajakah yang harus dilakukan agar aplikasi bisa menghasilkan laba yang besar? Dan juga bagaimanakah rincian biaya yang dibutuhkan perusahaan untuk mengembangkan suatu aplikasi? Yuk, cari tahu jawaban lengkapnya dalam uraian lengkap berikut.

Metode Menghasilkan Uang Menggunakan Aplikasi

 

app

Artikel Terkait  Apa yang Dibutuhkan Pemasaran Seluler untuk Smartphone Era Pertama?

Sebagian besar aplikasi yang disediakan oleh perusahaan pengembang bisa diunduh di smartphone dengan gratis. Meskipun begitu, ada beberapa metode yang harus diketahui pengembang agar aplikasi bisa menghasilkan uang. Berikut ini adalah uraian lengkap metode yang perlu dilakukan.

Unduhan Aplikasi Berbayar

 
Sebagian besar aplikasi yang tersedia di Android dan iOS memang bisa diunduh secara gratis. Namun, ada juga aplikasi yang tidak bebas untuk diunduh. Jadi jika pengguna tertarik, pengguna harus melakukan pembelian aplikasi terlebih dahulu. Dari proses jual beli ini, tentunya perusahaan pengembang akan mendapatkan uang.

Agar metode ini sukses dilakukan dan mendapatkan banyak laba, perusahaan pengembang harus bisa membuat aplikasi yang berbeda dengan yang lainnya. Misalnya dengan menampilkan value sebuah aplikasi sebaik mungkin. Meliputi screenshot potongan aplikasi yang menarik, rating tinggi, dan review dari pengguna lain.

Contoh metode ini adalah aplikasi Calender 5 untuk menunjang produktifitas yang dijual di toko aplikasi khusus Apple. Jadi untuk menggunakan aplikasi ini, pengguna harus membelinya terlebih dahulu. Aplikasi ini berupa kalender pintar yang bermanfaat untuk kegiatan sehari-hari. Misalnya seperti mencatat event atau tugas yang harus dikerjakan yang dilengkapi pengingat.

Hal yang menarik dari aplikasi ini adalah tata letaknya yang bersih dan dilengkapi dengan tampilan warna-warni. Halaman pengenalan aplikasi ini berupa screenshot yang menampilkan desain manis Calender 5 dan review tentang keunggulan aplikasi. Tentunya hal ini menjadi nilai jual yang bisa menarik pengguna lain.

Memasang Iklan

 
Metode terbaik yang harus dilakukan agar aplikasi dapat menghasilkan uang adalah dengan memasang iklan. Dalam metode ini, perusahaan pengembang membiarkan pengguna untuk mengunduh aplikasi dengan gratis. Biasanya, aplikasi yang memasang iklan ini adalah aplikasi yang penggunanya cukup banyak.

Misalnya seperti media sosial, aplikasi untuk menjaga kesehatan baterai, aplikasi pembersih sistem, dan lain sebagainya. Game dari Indonesia pun juga didukung dengan iklan. Iklan yang muncul dalam aplikasi biasanya beragam. Ada yang berupa iklan video, iklan untuk mengunduh aplikasi lainnya, iklan spanduk yang muncul di tampilan aplikasi, dan lain-lain.

Iklan video menjadi pilihan iklan yang paling sering digunakan dalam aplikasi game. Metode iklan ini dilakukan oleh perusahaan pengembang agar pengguna game tidak meninggalkan aplikasi. Dengan menonton video dari iklan ini, pengguna akan mendapatkan kredit yang bisa digunakan untuk membeli fitur di game.

Pembelian Dalam Aplikasi

 
Pembelian sesuatu dalam aplikasi atau yang dikenal dengan in-app purchase juga merupakan metode pengembang untuk menghasilkan uang. Monetisasi dengan metode ini dilakukan melalui penjualan barang dalam aplikasi. Barang yang dimaksud dalam hal ini berupa aksesoris, pakaian, extra life, mata uang di dalam sebuah game, dan lainnya.

Barang-barang tersebut tentunya dibutuhkan pengguna untuk bermain game. Jadi, bisa dipastikan pengguna akan membeli barang tersebut karena merasa tertarik. Selain melakukan pembelian barang dalam aplikasi, perusahaan pengembang juga bisa menghasilkan uang melalui fitur aplikasi yang terkunci. Metode seperti ini dikenal dengan nama freemium.

Artikel Terkait  Strategi Monetisasi Aplikasi untuk Pemilik Usaha Kecil: Panduan Utama

Jadi, pengguna harus mengeluarkan biaya agar dapat mengakses fitur aplikasi yang eksklusif. Agar metode pembelian seperti ini sukses, perusahaan pengembang perlu membuat aplikasi yang menarik dan berbeda dari aplikasi yang lain. Hal ini dilakukan agar pengguna semakin penasaran dengan konten aplikasi tersebut.

Berafiliasi Dan Menjual Aplikasi

 
Metode lain yang bisa perusahaan lakukan untuk mendapatkan penghasilan dari aplikasi adalah dengan berafiliasi. Afiliasi atau kerja sama bisa dilakukan dengan pihak lain yang memiliki pengaruh. Hal ini dilakukan agar aplikasi semakin dikenal dan banyak pengguna baru. Jadi, penghasilan pun akan didapat melalui fitur aplikasi dan unduhan yang semakin banyak.

Selain melakukan afiliasi, perusahaan pengembang juga bisa menjual aplikasi untuk menghasilkan uang. Menjual aplikasi ini bisa dilakukan jika perusahaan pengembang mempunyai kemampuan mumpuni untuk membuat aplikasi. Sangat menguntungkan kan?

Kebutuhan Biaya Untuk Mengembangkan Aplikasi

 

biaya-app-1

Dalam mengembangkan suatu aplikasi, tentunya perusahaan pengembang membutuhkan biaya yang cukup banyak. Biaya ini dibutuhkan untuk menciptakan konten dan elemen dalam sebuah aplikasi. Berikut ini adalah kebutuhan biaya untuk mengembangkan sebuah aplikasi.

Biaya Untuk Perencanaan, Dokumentasi, Dan Desain

 
Harga sebuah aplikasi di pasaran sangatlah beragam. Hal ini tergantung dengan persiapan desain yang dilakukan sendiri atau langsung menyerahkan semua hal pada perusahaan pengembang. Jadi, rencanakan dengan baik ingin melakukan seperti apa dalam membuat aplikasi.

Sebagian besar orang berfikir bahwa untuk mendesain tampilan dari aplikasi di smartphone merupakan hal yang mudah. Alasan dari mudah ini dikarenakan layar dari smartphone yang tergolong kecil. Ukuran layar smartphone ini sangat beragam, baik itu aplikasi Android atau pun aplikasi iOS.

Untuk membuat desain, perusahaan pengembang harus mempunyai kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman yang khusus. Ketiga hal tersebut diperlukan untuk pengembang agar desain interface yang dibuat bisa keren dan menarik. Yang paling penting, desain tersebut dapat digunakan dengan mudah.

Jika perusahaan tidak mempunyai ketiga hal tersebut, tentunya perusahaan harus mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk membayar jasa pengembang. Saat merencanakan untuk membuat aplikasi, perusahaan pengembang harus mulai untuk menimbangkan konsep yang akan digunakan. Perencanaan konsep ini harus dilakukan dengan matang dan bisa menyatukan perbedaan dari desainer dan pengembangnya.

Biaya Untuk Dukungan Operasional

 
Sebagian besar orang menganggap bahwa proses pembuatan sebuah aplikasi selesai saat sudah dipublikasikan ke pengguna. Hal ini tidak sepenuhnya benar. Sama dengan sistem lainnya, aplikasi juga membutuhkan adanya biaya dukungan operasional.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan saat aplikasi sudah dipublikasikan. Hal tersebut berupa perbaikan bug, penambahan fitur aplikasi, dan perbaruan versi sistem operasi. Perbaikan masalah yang baru ditemukan saat pengembangan juga membutuhkan biaya.

Dari segi konten pun, terdapat sebuah informasi yang harus diperbarui secara berkala. Jika tidak diperbarui, informasi tersebut akan menjadi sebuah teknologi yang tidak dapat digunakan lagi. Itulah alasan mengapa biaya untuk dukungan operasional tetap diperlukan meskipun aplikasi sudah rilis.

Biaya operasional lain juga dibutuhkan untuk aplikasi yang menggunakan manajemen. Aplikasi seperti ini membutuhkan biaya untuk server, biaya domain, dan juga biaya untuk SSL. Bahkan, biaya untuk pengoperasian manajemen juga dibutuhkan dalam aplikasi ini.

Biasanya, perusahaan tidak memasukkan biaya operasional ini dalam anggaran saat pengembangan. Jadi, bisa saja perusahaan mengalami pengeluaran mendadak yang banyak karena perencanaan awal yang kurang baik. Maka dari itulah, perencanaan anggaran dalam tahap pengembangan perlu dirinci dengan detail.

Standar Biaya Awal Aplikasi

 
Penentuan standar biaya awal untuk membuat aplikasi ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan. Mulai dari desain aplikasi, tingkat kerumitan dalam membuat, fitur yang ditampilkan dalam aplikasi, dan hal lainnya dipertimbangkan dengan sangat baik. Untuk sebuah aplikasi yang standar, biaya yang diperlukan untuk membuat aplikasi adalah sekitar 30 juta rupiah.

Biaya yang dibutuhkan tidak terlalu banyak karena aplikasi yang standar merupakan aplikasi sederhana. Jadi, pemrograman dalam aplikasi pun juga sangat standar. Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa biaya awal untuk membuat aplikasi tergantung dari jenis aplikasi yang akan dibuat. Apakah aplikasi tersebut butuh pemrograman standar atau pemrograman yang rumit.

Biaya Tambahan

 
Pengembangan sebuah aplikasi juga membutuhkan adanya biaya tambahan. Sesuai standar pembuatan aplikasi, pengaturan domain yang dapat digunakan untuk back end juga akan dikenakan biaya. Untuk tahun pertama, biaya tambahan ini adalah sekitar 1 juta rupiah. Sedangkan untuk biaya tambahan yang lebih dari 2 tahun adalah sekitar 500 ribu rupiah.

Biaya tambahan tersebut dapat digunakan untuk memilih domain favorit untuk aplikasi. Misalnya seperti merubah nama server, mengatur server, dan mengaktifkan SSL di tahun pertama. Pengaktifan SSL di tahun kedua akan dikenakan biaya lagi.

Perlu diketahui bahwa App Toko mempunyai sebuah akun bersama. Akun bersama ini dapat digunakan oleh pelanggan yang tidak menyiapkan akun sendiri. App Toko juga menyediakan layanan yang dapat membantu proses upload aplikasi ke Google Play. Jika akun bersama tidak ada, pengembang bisa dikenakan biaya tambahan sekitar 1 juta per tahunnya.

Biaya tambahan dalam pembuatan aplikasi sebenarnya sangat beragam. Biaya ini disesuaikan dengan kompleksitas sistem dari masing-masing aplikasi. Untuk aplikasi dengan kompleksitas sistem yang dasar, biayanya adalah sekitar 75 juta rupiah. Aplikasi dasar seperti ini berisi dengan halaman informasi statis saja.

Untuk sistem kompleksitas yang sedang, butuh biaya sekitar 125 juta rupiah. Selain mendapatkan halaman informasi statis, aplikasi ini juga memiliki integrasi dengan pihak ketiga dan beberapa unit fungsional dalam aplikasi.

Sedangkan untuk sistem yang sangat kompleks, aplikasi memiliki semua fitur dari sistem kompleksitas sedang. Ada juga high user load, halaman statistik khusus, dan aktivitas multi user. Biaya yang dibutuhkan pun cukup besar, yaitu sekitar 175 juta rupiah.

Mengenal Pengguna Dengan Baik Agar Tetap Menggunakan Aplikasi

 
Sebuah aplikasi menjadi terkenal dan populer bukanlah sesuatu hal yang terjadi secara tiba-tiba. Ada proses panjang dibalik hal tersebut yang dilakukan perusahaan pengembang. Bahkan, pengembang pun harus pintar mengatur strategi agar aplikasi tetap digunakan pengguna.

Agar pengguna tetap bertahan dalam penggunaan aplikasi, tentunya harus ada pengembangan aplikasi yang dilakukan perusahaan. Hal ini dikarenakan pengguna adalah raja. Jadi, aplikasi tersebut harus sesuai dengan selera dan kebutuhan pengguna.

Artikel Terkait  Membuat Aplikasi Android Toko Online Yang Menarik

Selain hal tersebut, perusahaan pengembang juga harus sering mengenalkan aplikasi yang diciptakannya melalui media sosial. Media sosial dipilih karena sebagian besar orang menggunakannya. Jadi, perusahaan hanya tinggal mempromosikan aplikasinya sesuai dengan target pasar.

Agar aplikasi semakin dikenal masyarakat luas, manfaatkan media yang ada. Jadi, saat ada acara yang dihadiri para pengembang dan pengguna aplikasi, hadirilah acara tersebut. Kalau aplikasi yang diciptakan memang berkualitas dan bermanfaat, tentunya aplikasi tersebut akan menarik banyak pengguna baru.

Penjualan melalui beragam toko aplikasi juga bisa dilakukan agar semakin banyak pengguna yang mengenal. Jadi, toko aplikasi itu bukan hanya App Store dan Google Play Store saja. Masih banyak toko lain yang harus pengembang ketahui agar bisa mempublikasikan aplikasi ciptaannya agar tetap digunakan pengguna.

Itulah uraian lengkap tentang metode yang perlu dilakukan perusahaan agar aplikasi bisa menghasilkan uang. Ada juga kebutuhan biaya untuk mengembangkan aplikasi dan cara agar aplikasi tetap digunakan pengguna. Intinya, perusahaan pengembang harus memahami dengan baik metode manakah yang sesuai untuk mendapatkan laba melalui aplikasi.

Apakah Anda membutuhkan jasa pembuatan aplikasi? | PT APPKEY
Selain mengembangkan aplikasi, kami juga akan membantu Anda mengelola dan meningkatkan kualitas aplikasi Anda, dengan penerapan strategi pemasaran yang tepat, diharapkan nantinya dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang Anda hadapi.

Tentang Kami
Pengnalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami
Tags: