Kami siap menjawab pertanyaan Anda tentang jasa pembuatan aplikasi. Silahkan hubungi kami pada jam kerja Senin - Sabtu dari pukul 9:00 - 17:00 wita!
APPKEY | Apakah Pemasaran Melalui Aplikasi Benar-benar Bermanfaat? Apa Keuntungan dan Kerugiannya?
Pemaran dengan menggunakan aplikasi bisa jadi lebih efektif jika dibandingkan dengan menggunakan SDM meski tidak bisa 100% menggantikannya? Mengapa demikian?
20672
post-template-default,single,single-post,postid-20672,single-format-standard,qode-listing-1.0.1,qode-quick-links-1.0,qode-restaurant-1.0,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-theme-ver-17.2,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-6.3.0,vc_responsive

Apakah Pemasaran Melalui Aplikasi Benar-benar Bermanfaat? Apa Keuntungan dan Kerugiannya?

Setiap perusahaan pasti memiliki masalah, baik yang berskala kecil, menengah, maupun besar. Salah satu problem yang sering dirasakan adalah sumber daya manusia. Tak jarang perusahaan besar sekalipun kesulitan untuk memiliki tenaga kerja yang benar-benar profesional di bidangnya. Umumnya, beberapa karyawan mengerjakan dua hingga tiga jenis pekerjaan dalam waktu bersamaan. Maka tak heran jika hasilnya tidak maksimal. Performa yang mereka hasilkan malah jadi kurang memuaskan.

Kegiatan marketing atau pemasaran sering dicampurkan dengan job desk lainnya. Karena bagi beberapa pihak, pemasaran adalah pekerjaan yang bisa dilakukan siapa saja. Tidak perlu skill khusus atau tim profesional. Padahal sebuah perusahaan bisa maju salah satunya dikarenakan peran pemasaran. Dengan adanya kegiatan pemasaran, maka akan tercipta transaksi. Uang tersebut bisa digunakan untuk menutup biaya-biaya, perputaran modal, dan mempertahankan produksi perusahaan.

Permasalahan Tenaga Kerja Pemasaran

 

marketing

Artikel Terkait  Apa yang Dibutuhkan Pemasaran Seluler untuk Smartphone Era Pertama?

Di atas sudah disinggung sedikit soal permasalahan tenaga kerja pemasar di sebuah perusahaan. Jika ingin melihat lebih detail, sebuah data menunjukkan 66% pengusaha kecil menengah tidak memiliki orang-orang yang ahli di bidang pemasaran. Sebagai sebuah solusi, mereka menggandakan fungsi karyawannya seperti yang sudah kita di awal tadi. Sebenarnya cara ini tidak salah, karena bisa saja orang tersebut justru punya ide-ide cemerlang dan kreatif. Hanya saja tugas lain yang lebih utama membuat mereka tidak mungkin menjalani dua peran dalam waktu bersamaan.

Cara lain yang sering dilakukan adalah menggunakan fasilitas penyedia jasa tenaga kerja (outsource). Mengalihkan pekerjaan ke pihak eksternal pun sesungguhnya bukan solusi terbaik. Di Indonesia sendiri masih banyak permasalahan perihal tenaga kerja outsource ini. Meski pun demikian, dalam beberapa tahun terakhir, ini menjadi tren yang kerap dilakukan oleh sejumlah perusahaan, baik berskala besar maupun kecil menengah. Hal tersebut ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah permintaan ke pihak penyedia jasa tersebut. Meski secara hasil tidak sepadan dengan biaya yang dikeluarkan, outsourcing tetap menjadi solusi di saat kekurangan sumber daya manusia.

Jika mencari solusi untuk permasalahan tenaga kerja, maka teknologi adalah jawabannya. Mengingat saat pun teknologi semakin canggih dan berkembang. Memang belum banyak, namun satu per satu perusahaan kini membuat sebuah aplikasi sebagai solusi pemasarannya. Aplikasi ini menggantikan peran manusia sebagai tenaga pemasar. Meski belum 100% bisa menggantikan peran manusia, aplikasi terbukti efektif untuk menjawab permasalahan tenaga kerja pemasaran. Karena apabila dibandingkan dengan mendatangkan tenaga alih daya dari penyedia jasa outsourcing, pemanfaatan aplikasi ini bisa jadi lebih efektif.

Permasalahan Tenaga Kerja Outsource di Bidang Pemasaran

 

pemasar-6

Meski nampaknya banyak perusahaan yang tertarik untuk memanfaatkan tenaga ahli daya, bukan berarti tidak ada permasalahan di dalamnya. Justru dengan adanya beberapa permasalahan yang mulai muncul, pemanfaatan aplikasi kini semakin dilirik. Sebagai informasi tambahan, berikut adalah sejumlah permasalahan tenaga kerja outsource menurut peneliti di Center of Indonesian Policy Studies (CIPS):

1. Upah yang Tidak Sesuai

 
Standar gaji yang paling minimum adalah menggunakan Upah Minimum Provinsi (UMP). Ini adalah contoh yang harus diterapkan oleh para pengusaha atau perusahaan yang ada di Indonesia. Angka tersebut adalah gaji minimum yang harus diberikan kepada tenaga alih daya (outsource). Sayangnya hingga kini masih banyak yang belum memenuhi angka UMP sehingga upah yang tidak sesuai selalu menjadi isu tak kunjung usai. Uang yang diterima terhitung pas-pasan untuk biaya hidup, bahkan tak jarang justru ada yang kurang.

2. Sistem Kesepakatan yang Kurang Transparan

 
Setiap pekerja pasti menandatangani kontrak kerja dengan pihak yang membayarnya. Seharusnya, tanpa memandang seseorang itu outsource atau bukan, tidak ada perbedaan dalam penandatanganan kontra kerja. Namun hal ini tidak sepenuhnya terjadi bagi para pekerja outsource. Beberapa dari mereka mengaku kalau ada ketidakjelasan dari kontrak kerja yang ditandatangani. Memang benar setiap orang diberikan lampirannya, namun poin-poin yang tercantum dalam kontrak kerja kerap ambigu atau multi-tafsir.

3. Perlindungan yang Kurang Maksimal

 
Hal lain yang sering menjadi permasalahan adalah perlindungan atau jaminan kerja. Jaminan kerja ini ada banyak bentuknya, seperti kesehatan, keselamatan, hari tua, dan lainnya. Sosialisasi hak-hak ini sering tidak disampaikan kepada para pekerja outsource sehingga mereka tidak tahu apa yang menjadi miliknya. Padahal pemerintah melalui Undang-Undang telah mengatur bahwa setiap pekerja berhak untuk mendapatkan jaminan-jaminan tersebut.

4. Persebaran Tenaga Kerja yang Tidak Merata

 
Ini sebenarnya dipengaruhi oleh kondisi geografis sebuah negara. Seperti Indonesia, negaranya adalah negara kepulauan yang memungkinkan ketidakrataan persebaran tenaga kerja. Dampaknya adalah pembangunan tidak merata, misalnya, daerah yang dekat dengan pusat pemerintahan bisa sangat maju, begitu pun sebaliknya.

5. Lemahnya Perlindungan Hukum Bagi Para Migran

 
Perlindungan hukum pun menjadi sesuatu yang masih menjadi pertanyaan hingga kini, terutama bagi para migran. Perlindungan hukum yang diberikan belum maksimal sehingga birokrasi seringnya menjadi kendala apabila terjadi sesuatu kepada mereka. Ini lah yang harus dibenahi agar para pekerja outsource mendapatkan ketenangan selama bekerja.

Perbandingan Tenaga Outsource dengan Pemanfaatan Aplikasi

 

imgages77

Jika mengacu pada sistem kerja outsourcing, maka sebuah perusahaan mendelegasikan beberapa pekerjaannya kepada penyedia jasa. Biasanya lingkup pekerjaan yang dialihkan berhubungan dengan administrasi dasar dan hal-hal umum lainnya. Namun tidak menuntup kemungkinan bahwa perusahaan dapat meminta tenaga ahli khusus, seperti untuk di unit pemasaran atau kemampuan yang dapat mengembangkan bisnis perusahaan ke depannya.

Ketika sebuah perusahaan meminta tenaga ahli di bidang pemasaran, maka biasanya pekerja tersebut diminta untuk mengukur efektivitas iklan, implementasi iklan secara teknis, dan lainnya. Ada juga yang melakukan research khusus untuk memberikan insight bagi internal perusahaan. Semua hal tersebut akan dikerjakan oleh manusia secara manual. Mungkin hasilnya bisa sesuai dengan keinginan dan instruksi, namun bukan berarti tidak ada resiko kerugian yang akan ditanggung.

Artikel Terkait  Aplikasi Smartphone : 5 Cara Terbaik Promosi Aplikasi Smartphone Kepada Klien

Kerugian yang paling nyata adalah waktu, karena mereka tidak dapat bekerja secepat teknologi. Belum lagi pengkoreksian pekerjaan yang secara manual juga. Sebab tidak mungkin dievaluasi secara otomatis dengan sistem. Adapun resiko lainnya adalah antisipasi terhadap suatu hal. Perlu dibuatkan sebuah manual bagi mereka untuk merespon beberapa kondisi di lapangan.

Sedangkan jika menggunakan aplikasi, sebuah perusahaan dapat bergerak lebih cepat. Semua sistem dijalankan secara otomatis. Misalnya, untuk menghitung efektivitas sebuah iklan atau aktivitas pemasaran. Data akan dikumpulkan dalam waktu singkat, begitu pun dengan validasinya. Sehingga hasil dengan cepat didapat untuk dapat segera dipertimbangkan ke tahap selanjutnya.

Pemanfaatan Aplikasi Pada Perusahaan

 

images91

Mungkin belum banyak perusahaan yang tau bahwa sebuah aplikasi dapat membantu di bidang pemasaran. Karena sejauh ini pemasaran umumnya dilakukan oleh seorang sales atau orang-orang yang berada di unit marketing. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, sebuah aplikasi dapat melakukan lebih dari yang dibayangkan. Ini lah beberapa pemanfaatan aplikasi untuk mendukung aktivitas pemasaran di sebuah perusahaan:

1. Membangun Insight Bagi Produk

 
Dalam mengembangkan bisnis perlu dilakukan pengembangan produk. Ini tidak dapat dilakukan begitu saja tanpa adanya insight dari pasar. Perusahaan perlu tau bagaimana sentimen masyarakat terhadap produk yang ditawarkannya, serta tren yang sedang berkembang. Melalui aplikasi, data-data dari berbagai sumber dapat dikumpulkan dengan cepat. Dari sini bisa terlihat ke mana arah tren pasar sekaligus respon pasar terhadap produk yang beredar saat itu.

2. Menciptakan Saluran Pemasaran Baru

 
Melaui insight yang diberikan sebenarnya sebuah perusahaan bisa melakukan banyak hal. Selain untuk pengembangan produknya, perusahaan pun dapat menciptakan saluran pemasaran baru. Hal ini bisa dilihat dari data yang diperoleh terkait kebiasaan bermedia pelanggannya. Tanpa adanya aplikasi akan sangat susah mendeteksi kebiasaan seseorang. Maka dari itu, perlu adanya sebuah tools yang bisa membaca dan mendeskripsikan perilaku pasar yang sulit disentuh oleh sesama manusia.

3. Membaca Peluang

 
Salah satu kunci untuk bisa bertahan dalam sebuah persaingan bisnis adalah bisa selangkah lebih maju dibandingkan kompetitor. Aplikasi membantu sebuah perusahaan untuk membaca peluang yang ada di depan mata namun belum disadari banyak pihak. Dengan adanya aplikasi pun mudah mengembangkan langkah yang ingin dicapai ke depannya. Ini lah yang hanya bisa dilakukan oleh sebuah aplikasi dalam sebuah pemasaran agar lebih unggul.

4. Memberikan Nilai Lebih Bagi Pelanggan

 
Setiap produk pasti memiliki nilai bagi penggunanya. Seiring dengan perkembangan jaman, tidak hanya gaya hidup saja yang berubah, namun cara pandang seseorang juga. Ini akan mempengaruhi mereka dalam menilai produk yang digunakannya. Untuk tetap eksis di pasar, sebuah produk harus memiliki nilai yang sejalan dengan masyarakat. Sebuah aplikasi membantu dalam memberikan insight value yang bisa disuntikkan pada sebuah produk. Nilai lebih tentu saja akan menarik hati bagi siapa pun yang mengetahuinya.

5. Memaksimalkan Aktivitas yang Sedang Dijalankan

 
Sebuah aktivitas pemasaran bisa kurang efektif terkadang disebabkan kurang memaksimalkan apa yang dimiliki dan sedang dijalankan. Aplikasi dapat mendeteksi titik-titik mana saja yang dirasa kurang maksimal namun mampu mendukung langkah untuk mencapai tujuan. Hal ini cukup sulit dilakukan tanpa adanya tools yang membantu. Karena tak jarang pula dirasa sudah maksimal namun ternyata baru sekian persen pemanfaatannya.

Hal Lain yang Dapat Dilakukan Sebagai Solusi Permasalahan Sumber Daya Manusia

 
Jika ada banyak pekerjaan rutin yang dilakukan dan kemungkinan akan memakan banyak waktu, maka sebuah aplikasi sangat dibutuhkan untuk menyelesaikan hal tersebut. Ini akan mengurangi beban pekerjaan bagi karyawan lainnya, serta tentu saja mengurangi pengeluaran bagi perusahaan tersebut. Tidak harus membayar seorang pekerja untuk menyelesaikannya.

Artikel Terkait  Mengapa Lebih Banyak Perusahaan Mengembangkan Aplikasi Pendukung Penjualan?

Selain memanfaatkan sebuah aplikasi, ada hal lain yang dapat dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk mengatasi permasalahan sumber daya manusia. Hal lainnya adalah melakukan pembaruan atau evaluasi business process. Karena mungkin saja business process yang sudah dijalani selama ini kurang efektif. Dampaknya bisa sangat beragam, misalnya menampatkan seseorang pada posisi yang kurang tepat, beban kerja yang tumpang tindih antara pekerja, atau pengerjaan sebuah proyek yang jadinya terlalu lama.

Sedangkan yang dapat dilakukan terhadap pekerja yang ada saat ini adalah memberikan pelatihan khusus. Jika dikaitkan dengan bidang pemasaran, maka sah-sah saja membuat sebuah pelatihan marketing untuk menambah pengetahuan mereka. Karena tidak menutup kemungkinan ada bibit-bibit pemasaran atau sales yang tidak terdeteksi. Jelas saja ini bisa membantu perusahaan didukung dengan aplikasi yang digunakannya.

Apakah Anda membutuhkan jasa pembuatan aplikasi? | PT APPKEY
Selain mengembangkan aplikasi, kami juga akan membantu Anda mengelola dan meningkatkan kualitas aplikasi Anda, dengan penerapan strategi pemasaran yang tepat, diharapkan nantinya dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang Anda hadapi.

Tentang Kami
Pengnalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami
Tags: