Kami siap menjawab pertanyaan Anda tentang jasa pembuatan aplikasi. Silahkan hubungi kami pada jam kerja Senin - Sabtu dari pukul 9:00 - 17:00 wita!
APPKEY | Mengenal Apa itu Angular JS dan Panduan Cara Menggunakannya
Salah satu jenis framework yang populer akhir-akhir ini di kalangan para developer adalah Angular JS. Kode JavaScript dari Angular JS adalah piranti yang amat berguna untuk mengembangkan aplikasi ataupun aplikasi website (web-app). Berikut informasi selengkapnya.
21483
post-template-default,single,single-post,postid-21483,single-format-standard,qode-listing-1.0.1,qode-quick-links-1.0,qode-restaurant-1.0,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-theme-ver-17.2,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-6.3.0,vc_responsive
angular-js

Mengenal Apa itu Angular JS dan Panduan Cara Menggunakannya

Seorang programmer profesional tentunya mengenal beragam jenis framework yang dapat dipakai untuk merampungkan pekerjaannya. Saat ini pun, ada banyak ragam dan fungsi framework yang dapat Anda pelajari ilmunya di internet ataupun buku. Kualitas diri Anda selaku programmer pun akan semakin meningkat jika ada semakin banyak penggunaan framework yang mampu Anda kuasai.

Salah satu jenis framework yang populer akhir-akhir ini di kalangan para developer adalah Angular JS. Kode JavaScript dari Angular JS adalah piranti yang amat berguna untuk mengembangkan aplikasi ataupun aplikasi website (web-app). Ingin tahu lebih banyak seputar Angular? Yuk langsung simak artikel berikut terkait seluk-beluk mulai dari pengertian hingga tutorial Angular JS untuk developer pemula!

Pengertian Angular JS

 
Nama Angular JS (ada juga yang menulisnya sebagai AngularJs) sudah pasti cukup akrab di telinga Anda yang menggeluti dunia komputer dan internet atau IT. Angular JS adalah sebuah framework yang umum digunakan untuk merakit sebuah aplikasi atau web-app.

Mengingat kedua jenis software ini tengah naik daun di masyarakat modern, maka tak ada salahnya untuk mempelajari tutorial Angular JS untuk menunjang skill serta jenjang karir sebagai seorang developer.

Angular JS sendiri adalah sebuah framework berbasis open-source bisa dikembangkan secara bebas dan digunakan untuk mengembangkan sebuah web-app yang dinamis dan mampu bekerja lancar.

Framework ini dikembangkan pertama kali di tahun 2009 oleh duo Adam Abrons dan Misko Hevery. Sekarang, AngularJs dikelola oleh pihak Google dan untuk bisa menggunakannya, Anda harus mengunduh AngularJs di: https://Angularjs.org/

Berbeda dengan framework lainnya, Angular JS adalah framework yang dikenal memberikan banyak kebebasan pada user untuk melakukan pengembangan syntax HTML. Hal ini disebabkan sifat dari Angular yang mendukung HTML sebagai template bahasa program.

Sehingga, Anda bisa membuat beragam ekspresi komponen aplikasi secara ringkas serta berjalan baik. AngularJs juga dikenal sebagai framework JavaScript untuk bagian front-end.

Framework aplikasi ini terkenal mampu membuat proses pengembangan web-app menjadi lebih mudah, singkat, dan cepat. Selain itu, masih ada keunggulan Angular yang menjadikannya digemari para developer:

  • Memiliki kemampuan data binding di HTML
  • Mudah digunakan untuk membuat Single Page App
  • Kode Angular dapat ditest
  • Membuat aplikasi atau web-app yang berdaya fungsional tinggi dengan kode yang ringkas.

Fitur-Fitur Angular JS

 
AngularJs memiliki beberapa fitur core, yakni:

Data Binding

 
Data binding adalah alat untuk sinkronisasi data secara otomatis. Sinkronisasi data berlangsung antara View dan Model.

Routing

 
Routing dipakai untuk memindahkan tampilan dalam proses coding.

Deep Linking

 
Fitur ini memungkinkan Anda untuk memberi penanda (bookmark) pada URL yang memuat kondisi tertentu dari aplikasi. Dengan begitu, Anda bisa melakukan encode atau me-restore keadaan pada aplikasi berdasarkan kondisi terakhirnya menurut URL.

Dependency Injection

 
Dependency injection merupakan built-in untuk merakit dan menguji coba aplikasi.

Filters

 
Filters digunakan untuk mengembalikan array baru, serta menjadi mode pilihan item sebuah array.

Artikel Terkait  Ide Pembuatan Aplikasi : 5 Langkah Simple yang Harus Anda ketahui

Tutorial Angular JS Mudah untuk Pemula

 

angular js

Menggunakan framework ini sesungguhnya mudah, terutama jika Anda sudah menguasai HTML. Sederhananya, Anda hanya harus memasukkan file Angular ke dalam file HTML. Yuk simak tutorial berikut!

Mendownload Angular

 
Jika Anda belum memiliki AngularJs, download aplikasinya terlebih dahulu di http://angularjs.org/. Saat opsi download muncul, pilih aplikasi Angular versi branch stabil dan built minified.

Instalasi Angular

 
Proses instalasi Angular sebenarnya dilakukan dengan meload file angular.min.js ke dalam file HTML saja. Contohnya, perhatikan kode baris (4) berikut:

(1) <html>

(2) <head>

(3)        <title>Selamat Datang</title>

(4)        <script type=”text/javascript” src=”angular.min.js”></script>

Menulis Kode Khusus

 
“Kode khusus” yang dimaksud di sini adalah attribute directive yang diinput ke dalam file HTML. Tujuannya agar HTML mengerti bahwa kita menggunakan AngularJs sebagai framework JavaScript. Perhatikan contoh kode baris (6):

(1) <html>

(2) <head>

(3)        <title>Selamat Datang</title>

(4)        <script type=”text/javascript” src=”angular.min.js”></script>

(5) </head>

(6) <body ng-app=””>

Kode “ng-app” di baris 6 mengindikasi bahwa Anda menggunakan AngularJs pada HTML yang ditulis.

Artikel Terkait  Pembuat Aplikasi Android Sendiri Secara Offline

Memakai Modul, Directive, Controller

 
Untuk bisa menggunakan AngularJs, Anda harus memahami cara memakai elemen-elemen pentingnya yakni Modul, Directive, dan Controller.

1. Modul

 
Modul di Angular berfungsi untuk menampung data dari bagian yang berbeda dari app, serta mendefinisikan aplikasi yang tengah dibuat. Modul juga menjadi wadah dari Controller. Sebuah modul dideklarasikan dengan syntax: var app = angular.module(“myApp”, []);

2. Directive

 
Seperti yang telah disinggung pada bagian sebelumnya, directive adalah attribute spesial dalam Angular untuk proses inisiasi variabel. Ciri khasnya ialah diawali dengan kode ng- . Beberapa contoh directive: ng-app (memulai Angular), ng-repeat (mengulang elemen HTML untuk setiap item di array), dan ng-init (inisialisasi data aplikasi)

3. Controller

 
Controller dipakai untuk mengendalikan control data. Selain itu, Controller juga bisa digunakan untuk menunjukkan hasil dari input yang telah dilakukan.

Input dan Showing Data

 
Proses terakhir adalah input dan memunculkan data. Perhatikan baris kode (8) dan (9) berikut

(1) <html>

(2) <head>

(3)        <title>Selamat Datang</title>

(4)        <script type=”text/javascript” src=”angular.min.js”></script>

(5) </head>

(6) <body ng-app=””>

(7)

(8)        <input type=”text” placeholder=”Ketik Nama Anda” ng-model=”nama”/>

(9)        <h3>{{“Selamat Datang “+nama}}</h3>

Kode (8) memuat directive “ng-model” yang dipakai untuk input dan binding data ke property di sebelahnya yang dinamai “nama” (ng-model=”nama”/>). Sedangkan baris kode (9) ditulis untuk memunculkan data yang telah diinput. Nantinya saat kode dijalankan, Anda akan melihat kata “Selamat Datang” disertai data nama yang diinput ke property.

Membandingkan Angular JS VS React JS

 

angular-2

Selain Angular, ada pula framework JavaScript lainnya yang tak kalah populer bernama React Js. Tidak jarang para developer kesulitan menentukan mana yang terbaik dari Angular Js vs React Js. Jika Anda pun demikian, tak ada salahnya mencoba membandingkan Angular Js vs React Js guna mencari tahu framework JavaScript terbaik.

Berikut adalah beberapa perbandingan Angular dan React yang bisa membantu Anda membuat pilihan:

Developer

 
Angular dan React dikembangkan oleh developer yang berbeda. AngularJs dikelola oleh Google, sedangkan React dikembangkan oleh Facebook.

Basic System

 
Meskipun dikenal sebagai framework JavaScript, nyatanya Angular dan React memiliki basic system yang berbeda. Angular adalah sebuah kerangka kerja yang dilengkapi beragam modul built-in siap pakai untuk membangun aplikasi.

Sementara React sesungguhnya bukan kerangka kerja. React lebih merupakan sebuah perpustakaan besar untuk memproses arsitektur MVC dan lapisan View. React tidak menyediakan routing dan paket eksternal. Namun segala kekurangan React di-back up oleh komunitasnya yang sangat besar. Dari sanalah Anda bisa mendapatkan beragam komponen eksternal siap pakai untuk membuat aplikasi.

Bahasa Pemrograman

 
Bahasa yang digunakan masing-masing framework pun berbeda. Angular menggunakan TypeScript sebagai bahasa default dan bahasa tambahan RxJS. Sementara React hanya menggunakan Sintaks JSX.

Bentuk Arsitektur

 
React memiliki bentuk arsitektur yang fleksibel. Berbeda dengan Angular yang arsitektur proyeknya lebih standar.

Jenis DOM (Document Object Model)

 
React menggunakan DOM Virtual dalam mengatasi HTML. DOM Virtual sendiri adalah bentuk salinan ringan dari DOM biasa. Sedangkan Angular menggunakan sistem yang lebih kompleks, yakni DOM reguler, sintaks Angular tambahan dan komponen website.

Menarik sekali bukan pembahasan di atas? Demikianlah pembahasan kali ini terkait AngularJS. Like, share, dan comment jika artikel ini mampu memperluas wawasan Anda di bidang teknologi komputer, ya! Jangan lupa juga untuk membaca artikel informatif lainnya dari kami. Terima kasih sudah membaca.

Apakah Anda membutuhkan jasa pembuatan aplikasi? | PT APPKEY
Selain mengembangkan aplikasi, kami juga akan membantu Anda mengelola dan meningkatkan kualitas aplikasi Anda, dengan penerapan strategi pemasaran yang tepat, diharapkan nantinya dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang Anda hadapi.

Tentang Kami
Pengnalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami
Tags: