APPKEY | 7 Aplikasi Untuk Membuat Aplikasi Android Secara Offline
Aplikasi untuk membuat aplikasi android secara offline yang paling umum digunakan oleh para programer aplikasi android. Simak daftar lengkap aplikasi tersebut.
18642
post-template-default,single,single-post,postid-18642,single-format-standard,qode-listing-1.0.1,qode-quick-links-1.0,qode-restaurant-1.0,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-theme-ver-17.2,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-6.0.5,vc_responsive

7 Aplikasi Untuk Membuat Aplikasi Android Secara Offline

Menciptakan aplikasi saat ini memerlukan aplikasi untuk membuat aplikasi Android. Walaupun saat ini sudah ada cara yang memunginkan Anda untuk membuat aplikasi tanpa harus menguasai bahasa pemrograman, namun agar dapat membuat aplikasi yang custom, maka mau tidak mau Anda harus membuatnya dengan bahasa pemrograman.

Banyak aplikasi yang bisa dimanfaatkan untuk membuat aplikasi baik yang membutuhkan bahasa pemrograman rumit dan ada yang membutuhkan bahasa pemrograman yang sederhana. Agar hasil aplikasi bisa maksimal, maka Anda harus memilih aplikasi dengan bahasa pemrograman yang Anda kuasai misalnya PHP atau Java.

Selain itu, pilih jenis aplikasi yang berfungsi untuk membuat aplikasi secara offline yang tidak memberatkan komputer Anda. Hal ini disebabkan untuk membuat aplikasi sendiri butuh barisan pemrograman yang pastinya itu sudah cukup berat apalagi jika Anda membuat aplikasi yang rumit.

Sehingga, untuk menghindari hal tersebut, terutama untuk komputer Anda yang sering mengalami hang, maka sebaiknya memilih aplikasi yang ringan atau Anda harus menghapus file yang ada di komputer agar space di komputer tersisa cukup banyak. Berikut ini jenis aplikasi yang paling umum dipergunakan programmer yang memungkinkan Anda untuk membuat aplikasi secara offline.

Aplikasi Untuk Membuat Aplikasi Android Offline

Aplikasi Android Studio

Aplikasi untuk membuat aplikasi android yang pertama adalah Android Studio. Integrated development environment atau IDE ini merupakan aplikasi resmi dari Google yang berfungsi untuk membuat aplikasi tidak hanya untuk aplikasi berbasis Android namun juga aplikasi berbasis iOS.

Android pertama kali diakuisisi oleh Google di tahun 2005 dan buktinya keputusan untuk mengakuisisi tersebut adalah tepat. Hingga saat ini, OS android menjadi sistem operasi terpopuler di dunia. Saking populernya, banyak yang ingin membuat aplikasi untuk Android. Sehingga dibentuk atau dibuatlah platform resmi yang didukung sepenuhnya oleh Google yaitu Android Studio.

Artikel Terkait  Programming Apps : Aplikasi Terbaik Untuk membuat Aplikasi

Pertama kali dirilis di tahun 2013, Android Studio hadir dengan versi 3.4.1 dengan fitur sebagai berikut ini untuk memaksimalkan Anda membuat aplikasi yang Anda inginkan:

  • Sistem versi dengan basis grandle yang fleksibel.
  • Lingkungan yang menyatu untuk pengembangan perangkat android.
  • Emulator yang memiliki banyak fitur dan cepat saat dipergunakan.
  • Instant run untuk perubahan ke aplikasi yang sedang berjalan tanpa harus membuat APK yang baru.
  • Alat pengujian dan kerangka kerja yang ekstensif.
  • Template kode serta integrasi GitHub yang memungkinkan Anda untuk bisa membuat fitur aplikasi yang sama serta mengimpor contoh kode yang ada.
  • Alat lain yang fungsinya adalah untuk meningkatkan kerja, kompatibilitas versi, kegunaan dan masalah yang lainnya.
  • Linear layout yang membuat tampilan di aplikasi ini sejajar dalam 1 arah baik yang posisinya horizontal ataupun vertikal.
  • Relative code yang berfungsi untuk mengatur komponen yang ada di dalam Android Studio sehingga saling berkaitan satu sama lain.

Karena keunggulan tersebut, hingga saat ini semakin banyak programmer atau developer yang menggunakan Android Studio terlebih karena aplikasi ini mudah dipergunakan bahkan oleh pemula sekalipun.

Aplikasi IDE Eclipse

Sebelum adanya Android Studio, Google mensupport IDE Eclipse secara penuh untuk hal pembuatan aplikasi. Walaupun begitu, hingga saat ini masih banyak yang menggunakan Eclipse sebagai aplikasi yang membantu untuk menciptakan program dengan memasukkan deretan bahasa pemrograman.

Jika dibandingkan dengan Android Studio, IDE Eclipse memerlukan kapasitas yang besar dalam penginstalannya. Hal ini disebabkan karena selain menginstal IDE Eclipse, maka Anda juga harus menginstal program berikut ini agar nantinya aplikasi tersebut bisa dipergunakan dengan baik. Beberapa diantaranya yaitu:

  • Java JDK
  • ADT (android development tools) Eclipse
  • Membuat android virtual device

Anda bisa menggunakan bahasa pemrograman seperti Java, C++, Perl, PHP, Python ataupun bahasa pemrograman yang lainnya karena aplikasi ini multi platform atau bisa dipergunakan di semua platform. Bahkan untuk keperluan pengembangan, terdapat jenis Eclipse sesuai dengan bahasa pemrograman yang dipergunakan. Beberapa diantaranya yaitu:

  • Eclipse Java JDT untuk bahasa pemrograman Scala dan Java.
  • Eclipse CDT untuk bahasa pemrograman C/C++/
  • Eclipse PDT untuk pengembangan aplikasi dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP.
  • Eclipse ADT memiliki fungsi untuk pengembangan aplikasi yang berbasis android.

Aplikasi ini pada dasarnya memiliki sifat open source yang mempunyai banyak plugin. Karena hal tersebut aplikasi yang dibuat bisa lebih mudah untuk dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan Anda. Misalnya untuk aplikasi Eclipse ADT (Android Development Tools) yang merupakan aplikasi Eclipse untuk merancang dan membangun aplikasi android.

Lingkup yang bisa dibangun atau dibuat oleh Eclipse ADT untuk pembuatan android yaitu:

  • Aplikasi UI yang memungkinkan aplikasi memiliki tampilan yang menarik dan mudah untuk dipergunakan bahkan oleh user yang baru pertama kali menggunakannya.
  • Menambahkan paket berdasarkan pada kerangka Android API.
  • Menciptakan debug aplikasi dengan menggunakan alat SDK Android.
  • Export signed ataupun unsigned file APK dengan tujuan untuk mendistribusikan aplikasi yang sudah dibuat. Sehingga file aplikasi yang sudah dibuat tersebut akan lebih mudah untuk didistribusikan dan dipergunakan oleh orang lain.

Aplikasi NetBeans

Selain Eclipse dan Android Studio, Anda juga bisa menggunakan aplikasi untuk membuat aplikasi android secara offline dengan menggunakan NetBeans. IDE ini biasanya menggunakan bahasa pemrograman Java untuk membuat aplikasi. Walaupun cukup rumit, namun variasi aplikasi yang dihasilkan akan lebih beragam.

IDE ini memiliki sifat open source yang memungkinkan Anda untuk lebih mudah memodifikasi dan menuliskan tambahan barisan pemrograman yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Namun, sebelum menggunakan NetBeans untuk membuat aplikasi, seperti aplikasi berbasis desktop, maka Anda harus menginstal JDK dan JRE terlebih dahulu, baru aplikasi ini dapat Anda gunakan.

Aplikasi Xamarin

Selain menggunakan 3 aplikasi di atas untuk membuat android, ada pula software yang disebut dengan Xamarin. Software ini memungkinkan Anda tidak hanya dapat membuat aplikasi dengan basis sistem operasi android namun juga iOS dan bahkan windows phone bisa Anda buat menggunakan Xamarin.

Aplikasi untuk membuat aplikasi android secara offline ini memiliki 2 jenis IDE yaitu Xamarin Studio dan Microsoft Visual Studio. Xamarin Studio lebih cocok untuk dipergunakan di komputer dengan basis Macintosh. Sedangkan Microsoft Visual Studio bisa dipergunakan di komputer yang menggunakan basis atau sistem operasi Windows dan memiliki alat pengembangan Microsoft visual studio.

Jika dilihat dari tampilannya, IDE Xamarin Studio memiliki tampilan seperti XCode yang merupakan IDE khusus yang berfungsi untuk membuat aplikasi dengan basis iOS. Sedangkan jenis Xamarin Visual Studio memiliki tampilan yang mirip dengan IDE Eclipse.

Bahasa pemrograman yang biasanya dipergunakan di software ini adalah bahasa pemrograman C#. Aplikasi yang dibuat dengan menggunakan software ini bisa dikatakan memiliki kualitas yang tidak kalah dengan aplikasi native yang menggunakan bahasa pemrograman Java ataupun Objective-C atau Swift.

Artikel Terkait  Programmer Aplikasi Android Terbaik

Salah satu keunggulan lain dari Xamarin adalah API terbaru baik dari android atau iOS yang selalu diperbarui. Dengan adanya API terbaru tersebut membantu Anda untuk membuat aplikasi yang terbaru. Namun, jika Anda menggunakan Xamarin versi free, tentunya Anda akan menemukan keterbatasan.

Untuk mengatasi hal tersebut, mau tidak mau Anda harus membayar sejumlah dana yang sudah ditentukan. Masing-masing paket di Xamarin memiliki harga yang berbeda sehingga pilih sesuai dengan kebutuhan Anda.

Aplikasi Apache Cordova

Aplikasi yang dahulunya dikenal dengan nama PhoneGap ini merupakan framework yang digunakan untuk mengembangkan suatu aplikasi mobile tidak hanya untuk aplikasi berbasis android, namun juga iOS, Windows bahkan aplikasi Blackberry juga bisa Anda buat menggunakan aplikasi ini.

Programmer yang menggunakan aplikasi untuk membuat aplikasi android secara offline ini harus menggunakan HTML 5, JavaScript dan CSS3. Walaupun harus menggunakan bahasa pemrograman yang terbatas, namun Apache Cordova tersebut memungkinkan Anda untuk tidak lagi wajib menggunakan API yang lebih spesifik untuk pembuatan aplikasi tertentu.

Contohnya, untuk aplikasi android tidak terbatas hanya dengan Java. Atau aplikasi yang dipergunakan di iOS tidak harus menggunakan bahasa pemrograman Swift. Bahkan untuk aplikasi berbasis Windows, Anda tidak perlu lagi untuk menggunakan bahasa program C#.

Dalam software Apache Cordova sudah disediakan API Plugin yang memungkinkan Anda untuk lebih mudah merancang dan mengembangkan aplikasi seperti untuk mengakses status dari baterai, kamera, akselerometer, perangkat dan kontak, sistem berkas, kompas, media, bahkan informasi Jaringan.

API pada software ini dan penggunaan bahasa JavaScript memungkinkan Anda membangun sebuah aplikasi hanya dengan menggunakan bahasa pemrograman website dan setelah jadi, bisa diinstal di perangkat dengan beragam sistem operasi.

Aplikasi Ionic

Hampir sama dengan Apache Cordova, framework Ionic juga menggunakan bahasa pemrograman yang biasanya dipergunakan untuk membangun website, bisa dipergunakan untuk membuat aplikasi mobile. Sehingga Anda tidak perlu lagi susah-susah mempelajari bahasa program seperti Java, C# atau C++. Cukup pelajari HTML, CSS dan javaScript.

Ionic memiliki sifat open source dan mempergunakan teknologi web yang terbaru yaitu dengan menggunakan HTML5. Sedangkan untuk implementasi logic-nya, software ini menggunakan angular JS yang memungkinkan aplikasi yang dipergunakan menjadi sangat cepat seperti saat menggunakan aplikasi native.

Sedangkan untuk membangun interface dari aplikasi yang dibuat dengan menggunakan Ionic, maka Anda harus menggunakan Ionic Lab terlebih dahulu. Ionic Lab ini merupakan versi GUI dari Ionic CLI. Selain itu, Anda butuh bantuan dengan menggunakan tool tambahan seperti Cordova untuk membuat barisan program menjadi aplikasi karena pada dasarnya Ionic hanyalah framework.

Aplikasi Unity

Pertama kali, software Unity hanya bisa dipergunakan di perangkat yang berbasis MacOS. Akan tetapi, seiring dengan perkembangannya, Unity bisa dipergunakan tidak hanya di MacOS namun juga di Windows dan Linux yang tetap memungkinkan menghasilkan aplikasi berbasis iOS ataupun windows.

Unity sendiri merupakan software yang dipergunakan untuk membuat game baik untuk game 2 dimensi maupun 3 dimensi. Pertama kali dirilis di tahun 2005 kala acara Apple Worldwide Developers Conference. Aplikasi yang berfungsi untuk mengembangkan game ini memungkinkan Anda untuk bisa memasukkan bahasa pemrograman seperti javaScript dan C#.

Hasil dari pemrograman yang dibuat dengan menggunakan Unity adalah game untuk iOS, Android bahkan untuk game console.

Alternatif Aplikasi untuk Membuat Aplikasi Android

Selain ketujuh aplikasi untuk membuat aplikasi android tersebut, ada 2 alternatif lain yang bisa Anda pergunakan secara offline, yaitu:

React Native

Sama seperti Cordova dan Ionic, React Native juga merupakan framework JavaScript yang memungkinkan Anda untuk melakukan pengembangan aplikasi mobile. Pada aplikasi ini terdapat library yang dapat Anda manfaatkan saat mengembangkan suatu aplikasi.

Walaupun sama-sama framework JavaScript, akan tetapi, React Native dan Ionic memiliki perbedaan. Perbedaan tersebut adalah jika Ionic merupakan framework web App maka React Native adalah real native yang sebenar-benarnya.

Akan tetapi, keduanya tetap bisa dipergunakan untuk membuat aplikasi sesuai dengan yang Anda pergunakan. Misalnya di React Native yang memungkinkan Anda untuk menggunakan beberapa component untuk aplikasi android dan iOS di saat bersamaan. Hal tersebut memungkinkan Anda bisa membuat aplikasi iOS dan Android di waktu yang sama.

Adobe Flash

Aplikasi ini dulunya terkenal sebagai macromedia flash. Seperti unity, software ini berfungsi untuk mengembangkan aplikasi android khususnya untuk game. Fungsi utama dari aplikasi ini adalah gambar vektor dan animasinya sehingga bagi Anda yang suka bermain game dan tidak ingin aplikasi yang terlalu berat, Adobe Flash ini bisa Anda jadikan pilihan tepat untuk Anda gunakan.

Bagaimana Jika Tidak Menemukan Aplikasi untuk Membuat Aplikasi Android yang Pas?

Walaupun sudah disebutkan list atau daftar software atau aplikasi untuk membuat aplikasi android dengan keunggulannya, namun mungkin diantara Anda masih ada yang kurang pas. Misalnya karena ketidakmampuan untuk merancang aplikasi atau program seperti yang diinginkan. Maka Anda selalu bisa menggunakan jasa dari pengembang dengan mengeluarkan sedikit dana untuk membayar mereka. Asalkan konsep aplikasi Anda jelas, Anda akan bisa mendapatkan aplikasi yang tepat guna dan sesuai dengan keinginan Anda.

Apakah Anda membutuhkan jasa pembuatan aplikasi? | PT APPKEY
Selain mengembangkan aplikasi, kami juga akan membantu Anda mengelola dan meningkatkan kualitas aplikasi Anda, dengan penerapan strategi pemasaran yang tepat, diharapkan nantinya dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang Anda hadapi.

Tentang KamiKontak Kami
Pengenalan PerusahaanPengenalan Layanan
Tags: