Kami siap menjawab pertanyaan Anda tentang jasa pembuatan aplikasi. Silahkan hubungi kami pada jam kerja Senin - Sabtu dari pukul 9:00 - 17:00 wita!
APPKEY | Bagaimanakah Cara Kerja dan Manfaat Internet of Things Untuk Kehidupan Digital di Abad Ini?
Internet of Things adalah konsep penggunaan internet untuk proses transfer data dari sejumlah perangkat berbeda secara otomatis. Simak informasi selengkapnya.
21424
post-template-default,single,single-post,postid-21424,single-format-standard,qode-listing-1.0.1,qode-quick-links-1.0,qode-restaurant-1.0,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-theme-ver-17.2,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-6.3.0,vc_responsive
iot

Bagaimanakah Cara Kerja dan Manfaat Internet of Things Untuk Kehidupan Digital di Abad Ini?

Teknologi terus berevolusi seiring berjalannya waktu. Beragam teknologi canggih ala film science fiction mulai terealisasi di dunia nyata seperti smart car, smart robot, dan smart assistance. Atau mungkin Anda sendiri menggunakan teknologi canggih untuk mempermudah pekerjaan harian seperti Google smart assistant.

Seluruh kecanggihan digital di atas merupakan bagian dari Internet of Things yang memungkinkan manusia menikmati beragam kemudahan kerja. Apa itu Internet of Things? Yuk simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Berkenalan dengan Internet of Things (IoT)

 

iot-1

Dewasa ini, kita semakin dimudahkan dengan perkembangan teknologi. Internet of Things adalah salah satunya. Pernahkah Anda menggunakan smart assistant Google untuk mengingatkan beragam pekerjaan atau mencari informasi di internet? Atau mungkin di rumah, Anda menggunakan perabotan berbasis smart system sehingga tidak perlu lagi repot-repot mengatur masing-masing alat.

Semua contoh di atas merupakan pengaplikasian Internet of Things. Teknologi Internet of Things (IoT) memang sedang berkembang pesat di masyarakat. Namun apa itu Internet of Things?

Internet of Things adalah konsep penggunaan internet untuk proses transfer data dari sejumlah perangkat berbeda secara otomatis.

Dengan memanfaatkan internet, maka manusia tidak perlu lagi menjadi perantara langsung untuk mengoperasikan beragam peralatan yang berbeda. Manusia juga tidak perlu duduk di depan komputer untuk bisa mengoperasikan suatu alat.

Internet of Things adalah teknologi mutakhir yang memungkinkan manusia mengontrol beragam peralatan dari jarak jauh atau remote. Sederhananya, Internet of Things adalah semacam alat yang strukturnya berbasis di internet.

Di Indonesia sendiri, Internet of Things adalah salah satu faktor pendorong penggunaan data center serta perkembangan big data. Beberapa contoh perkembangan Internet of Things adalah jaringan internet, MEMS (Micro-Electromechanical Systems), hingga metode sensor nirkabel seperti kode QR.

Internet of Things tentunya tak dapat berdiri sendiri. Teknologi digital ini dibentuk oleh 5 elemen yang saling berkaitan. Kelima elemen pembentuk Internet of Things adalah:

Artikel Terkait  BtoB juga Membutuhkan Pemasaran Seluler! Peran Aplikasi dalam Kisah Sukses

1) Artificial Intelligence (AI)

 

artificial intelegency

Unsur pertama sekaligus inti dari operasi Internet of Things adalah artificial intelligence atau kecerdasan buatan. Mengingat peranan Internet of Things adalah menjadikan beragam alat berbasis smart system, maka AI berperan sebagai “otak” dari peralatan tersebut. AI memungkinkan mesin untuk melakukan pengumpulan data, pengolahan, hingga menarik kesimpulan secara mandiri.

2) Sensor

 
Sensor memberikan kemampuan bagi mesin untuk mengenali suatu instrumen, dan mengaktivasi sebuah alat saat hendak digunakan. Sistem sensor dalam Internet of Things adalah hal yang dinilai unik sekaligus ciri khas IoT.

3) Konektivitas

 
Kelebihan lain Internet of Things adalah kemampuan untuk menciptakan konektivitas sendiri di antara sistem perangkat. Alhasil, jaringan konektivitas IoT tidak harus terikat dengan penyedia koneksi utama.

4) Active Engagement

 
Saat teknologi pada umumnya menerapkan keterlibatan pasif, IoT justru menggunakan kebalikannya yakni active engagement. Bentuk keterlibatan aktif IoT tercermin dari pemberitahuan beragam paradigma baru terkait produk, konten hingga keterlibatan layanan yang aktif kepada user.

5) Small Devices

 
Elemen terakhir Internet of Things adalah small devices. IoT menggunakan perangkat berukuran kecil guna menciptakan fleksibilitas, ketepatan dan skalabilitas kerja yang lebih baik.

Sejarah Perkembangan IoT

 
Teknologi IoT telah melalui perkembangan yang kompleks sebelum akhirnya secanggih sekarang. Pada mulanya, internet baru mulai terkenal di masyarakat pada tahun 1989. Setahun kemudian, percobaan teknologi menggunakan internet dipraktekkan oleh John Romkey, seorang peneliti IT. Saat itu Romkey mencoba membuat alat pemanggang roti yang bisa dioperasikan menggunakan internet.

Namun konsep IoT baru secara resmi diperkenalkan oleh Kevin Ashton, Direktur Auto IDCentre MIT, di tahun 1999. Hal ini terjadi dua tahun setelah penemuan teknologi sensor oleh Paul Saffo, yang mana sensor akhirnya menjadi salah satu komponen penting IoT.

Tahun 1999 resmi dikukuhkan sebagai tahun kelahiran IoT pasca ditemukannya mesin berbasis RFID (Radio Frequency Identification) yang menjadi awal ketenaran IoT.

Setahun kemudian, brand LG merilis perabot IoT perdananya yakni sebuah lemari pintar (smart closet). Lemari ini memiliki kecerdasan untuk mengidentifikasi jumlah stok makanan yang disimpan di dalamnya serta memberitahu jika ada stok yang mulai menipis.

Di tahun 2003, RFID mulai merajai perkembangan teknologi Amerika melalui program bernama Savi. Bahkan Walmart perusahaan ritel ternama USA menggunakan perabot berbasis RFID di semua cabang tokonya. Akhirnya, mulai dari tahun 2008 sampai saat ini, beragam perusahaan meluncurkan penggunaan IPSO untuk mengaktivasi IoT dan pemasaran penggunaan IP untuk beragam smart object.

Artikel Terkait  Apa itu OOP? Mengetahui Konsep dan Pengertian Object Oriented Programming

Bagaimana Sistem IoT Bekerja?

 
Cara kerja IoT sesungguhnya cukup sederhana. Untuk bisa menggunakan teknologi ini, Anda harus memiliki 3 elemen utama penyusun rancangan IoT:

1) Objek fisik yang telah dilengkapi modul IoT,

2) Perangkat koneksi internet (modem, Wi-Fi, router wireless speedy),

3) Cloud data center untuk menyimpan beragam aplikasi dan databasenya.

Internet of Things bekerja menggunakan rangkaian interaksi dari argumentasi pemrograman. Setiap argumen pemrograman memiliki perintah yang menghasilkan sebuah interaksi antar mesin. Interaksi ini dihubungkan otomatis menggunakan internet, sehingga manusia tidak perlu lagi repot mengoperasikannya.

Nyatanya manusia tetap terlibat dalam sistem IoT, namun peranannya hanyalah sebagai pengawas. Manusia dapat mengatur dan mengawasi kinerja setiap smart object baik secara langsung ataupun jarak jauh.

Meskipun IoT memiliki jalur kerja yang sederhana, sesungguhnya IoT memiliki jaringan komunikasi yang super kompleks dan pengamanan yang ketat. Kadangkala, hal-hal ini menjadi kendala dalam perkembangan IoT, di samping mahalnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mengembangkan sebuah teknologi berbasis IoT.

Contoh Penggunaan IoT di Indonesia

 
Indonesia tak mau ketinggalan dalam menggunakan terknologi Internet of Things. Penerapan IoT yang paling mudah diamati di Indonesia terdapat pada pengembangan smart city. Beberapa contoh penggunaan IoT pada smart city antara lain:

1) Notifikasi Bencana Alam

 
Penerapan Early Warning System terkait bencana alam mengerikan seperti tsunami dan gempa bumi menggunakan sistem IoT. Dengan memanfaatkan sensor pada titik-titik rawan bencana, maka informasi terkait gejala bencana dapat terdeteksi lebih cepat. Penyampaian tanda-tanda bencana lebih awal ke masyarakat mampu menyelamatkan lebih banyak nyawa.

2) Kartu Pintar One Card

 
Kartu pintar one card memiliki beragam fungsi sebagai e-KTP, kartu BPJS dan kartu pembayaran digital masyarakat. Dengan begini, masyarakat tidak perlu kerepotan membawa banyak kartu identitas untuk fungsi yang berbeda-beda.

3) Aplikasi Berkas Kependudukan

 
Kadangkala kita harus datang ke kantor pemerintahan daerah untuk mengurus dokumen-dokumen kependudukan. Cara ini dianggap tidak praktis karena memakan waktu lama serta banyak tenaga. Dalam konsep smart city, pemrosesan berkas kependudukan dilakukan menggunakan sistem digital sehingga masyarakat bisa memproses berkas dari rumah dan lebih praktis.

Selain pada smart city, pengaplikasian IoT juga dapat ditemukan dalam beragam hal, seperti:

1) Penggunaan smart object untuk perabotan rumah tangga, seperti smart TV, smart assistant, smart fridge, dan lainnya.

2) IoT bisa dimanfaatkan untuk mengkoneksi mesin-mesin pengolahan pangan sehingga dapat beroperasi otomatis.

3) Di sektor pertanian, IoT dapat diaplikasikan untuk mengoptimalisasi hasil pertanian dengan mendeteksi hama, mengumpulkan data curah hujan dan suhu, serta kualitas tanah.

4)  Teknologi smart car akan sangat berguna sebagai jasa transportasi selama masa pandemi COVID-19, sebab mobil dapat beroperasi tanpa supir dan meminimalisir potensi penularan virus.

5) Dari dunia kesehatan, ada smart watch yang dilengkapi fitur pendeteksi detak jantung penggunanya.

Demikianlah pembahasan kali ini terkait IoT! Semoga artikel ini bermanfaat menambah wawasan Anda, ya.

Apakah Anda membutuhkan jasa pembuatan aplikasi? | PT APPKEY
Selain mengembangkan aplikasi, kami juga akan membantu Anda mengelola dan meningkatkan kualitas aplikasi Anda, dengan penerapan strategi pemasaran yang tepat, diharapkan nantinya dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang Anda hadapi.

Tentang Kami
Pengnalan Layanan
Pengenalan Perusahaan
Kontak Kami
Tags: