Kami siap menjawab pertanyaan Anda. Mohon sebutkan nama dan pertanyaan Anda! Jam Kerja Senin – Sabtu dari pukul 9:00 – 17:00 WITA
APPKEY | Software Dev | Apa itu Software Development
Software dev merupakan salah satu jenis pekerjaan dalam bidang pembuatan software. Melakukan perancangan, pemeliharaan adalah salah satu contoh jenis pekerjaanya.
18487
post-template-default,single,single-post,postid-18487,single-format-standard,qode-listing-1.0.1,qode-quick-links-1.0,qode-restaurant-1.0,ajax_fade,page_not_loaded,,qode-title-hidden,qode_grid_1300,footer_responsive_adv,qode-theme-ver-17.2,qode-theme-bridge,qode_header_in_grid,bridge,wpb-js-composer js-comp-ver-6.0.5,vc_responsive

Software Dev | Apa itu Software Development

Di dunia ini ada dua jenis pekerjaan yang tengah dijadikan bahan perbincangan di dunia, yakni programmer dan developer. Kedua pekerjaan tersebut sebenarnya memiliki perbedaan, namun banyak orang yang masih menganggap bahwa keduanya merupakan jenis pekerjaan yang memiliki tingkatan yang sama.

Sesuai dengan namanya, programmer merupakan pekerjaan untuk orang-orang yang memiliki kemampuan dalam menyelesaikan bahasa pemrograman, mulai dari algoritma, coding dan lain sebagainya. Sementara, developer merupakan seorang programmer yang sudah sangat handal dan terlatih dalam menyelesaikan masalah sekaligus untuk menciptakan sebuah produk.

Developer juga bisa juga disebut sebagai software engineer. Yang mana, pembahasan kali ini akan fokus membahas tentang pengembang software. Pengembang software merupakan salah satu jenis pekerjaan dalam bidang pembuatan software. Melakukan perencanaan, pemeliharaan adalah salah satu contoh jenis pekerjaanya.

Dapat dikatakan bahwa software development adalah salah satu jenis proyek IT yang berfokus pada penciptaan atau pemgembangan perangkat lunak (software). Secara umum, pekerjaan sebagai pengembang software di detailkan dalam beberapa proses yakni: penciptaan software yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia, proses mendesain software, proses pembembangan software aplikasi perusahaan hingga proses pengembangan platform.

Tahapan Pengembangan Software Dev

Dikarenakan pekerjaan sebagai software dev hanya berfokus pada sesuatu yang tidak nampak (software), maka tingkat pekerjaan yang dilakukan akan lebih sulit. Untuk itu, tak heran apabila ada banyak pengembang software yang mengalami kegagalan akibat proses pekerjaan yang dilakukan tidak sesuai dengan rencana awal.

Artikel Terkait  Jasa Buat Aplikasi Online Shop dan Website Toko Online

Itulah mengapa seorang pengembang software harus terus mengembangkan kemampuannya dengan baik. Sebab, dalam menjalankan pekerjaan ini ada beberapa tingkat kesulitan yang akan dihadapi, salah satunya adalah, yakni kesulitan dalam mendokumentasikan dengan baik pada setiap source code yang dibuat agar dapat dipahami oleh orang lain.

Tahapan Yang Harus Dilakukan Oleh Software Dev

Menjalankan pekerjaan sebagai pengembang software merupakan hal yang tidak mudah, karena memang ada beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh seorang software dev profesional, yakni meliputi:

Planning (Perencanaan)

Planning atau perencanaan merupakan tahap awal yang harus dilakukan untuk memulai pekerjaan sebagai pengembang software. Planning merupakan tahapan yang dilakukan untuk memperoleh beberapa tujuan, yaitu:

  • Proses kerja yang jelas antara setiap anggota tim
  • Anggaran dana
  • Timeline

Dalam tahap perencanaan atau planning, seorang yang ditunjuk sebagai ketua proyek memiliki peranan yang besar, yakni harus melakukan koordinasi dengan stakeholder untuk membuat kontrak kerja yang jelas. Selain harus dijelaskan mengenai estimasi dana, kontrak kerja tersebut harus mempunyai batasan-batasan pengerjaan yang jelas. Yang mana, hal ini harus dilakukan agar setiap anggota tim proyek tidak terikat dengan adanya tambahan-tambahan modul yang nanti mungkin agar terjadi.

Requirement and Specification

Tujuan dari dilakukannya tahapan requirement and specification oleh para software dev adalah untuk menentukan fitur-fitur yang tepat dan untuk menentukan kebutuhan sistem dalam software yang akan segera dibuat. Dalam pelaksanaan tahapan requirement and specification ini, harus dilakukan dengan melakukan interview, observasi lapangan, dan studi pustaka.

Architecture and Design

Tahapan ini difungsikan untuk menentukan hasil detail sistem yang akan dipakai. Architecture and design dilakukan dengan tujuan untuk menentukan desain dari keseluruhan software yang akan dibuat, yakni seperti: interface, konseptual database dan sistem keamanannya.

Implementation and Testing

Tahap atau proses implementasi adalah tahapan pembuatan software yang dilakukan dengan berpedoman pada beberapa proses yang telah dilakukan sebelumnya. Sementara, testing merupakan tahapan uji coba yang akan dilakukan pada software dalam menentukan kapabilitas yang dimilikinya. Tahapan testing terbagi dalam beberapa bagian, yakni security testing, performance testing, stress testing, dan yang terakhir adalah recovery testing.

Deployment and Maintenance

Deployment and Maintenance merupakan tahapan terakhir, dimana merupakan tahap ketika software mulai digunakan oleh user (pengguna). Dalam pelaksanaanya, ada beberapa proses yang harus dilakukan, yakni: proses training percobaan software dan proses pemantauan software. Proses pemantauan sendiri dilakukan dengan tujuan untuk mengecek apakah software tersebut sudah dalam keadaan stabil atau belum, karena kestabilan tersebut yang dijadikan sebagai tolok ukur ada atau tidaknya bug yang muncul selama penggunaannya.

Metode Yang digunakan oleh Seorang Software Dev

Selain ada beberapa tahapan yang harus dipenuhi oleh seorang pengembang software, ada pula beberapa metode yang dibuat agar semaksimal mungkin dapat melakukan setiap tahapan-tahapan di atas dengan baik. Adapun diantaranya adalah:

Waterfall

Waterfall merupakan metode yang mengharuskan para pengembang software agar dapat menerapkan setiap tahapan-tahapan yang dikerjakan secara berurutan.

Prototype

Prototipe merupakan metode pengembangan software yang telah dibuat hingga melanjutkannya hingga pada tahap observasi.

Incremental

Incremental merupakan metode berupa waktu keseluruhan pengerjaan proyek yang harus dibagi, agar setiap tahapan pekerjaan bisa diselesaikan secara berurutan. Dalam metode ini, pembuatan keseluruhan fitur tidak langsung dilakukan dalam satu fase, karena memang akan dibagi menjadi beberapa periode.

Spiral

Metode ini hampir sama dengan incremental, namun metode spiral dilakukan dalam melakukan perbaikan, sehingga apabila terjadi kesalahan, maka setiap tahapan harus dikerjakan kembali dari awal dan harus dalam waktu yang singkat.

Pekerjaan sebagai seorang pengembang software memang terbilang rumit. Walaupun demikian, sebagai salah satu pengembang software terbaik di Indonesia, Appkey.co.id dapat melakukan setiap tahapan dan metode tersebut dengan sangat baik, karena kami merupakan pihak-pihak ahli, profesional, berkemampuan di bidang teknologi IT, berpengalaman dan sangat bisa diandalkan.

Software Dev | Pekerjaan Seperti Apa itu ?

Apabila seorang Insinyur perangkat lunak atau software merupakan seorang arsitek, maka pengembang software adalah seorang tukang kayu. Yang mana, keduanya turut merealisasikan rencana dengan memprogram komponen individual dari sistem dan pada akhirnya memberikan solusi.

Secara umum, developer adalah seorang pengembang yang tidak bertanggung jawab secara penuh dalam melakukan proses rancangan seluruh sistem. Sebab, pekerjaan seorang pengembang software hanya berfokus dalam satu proyek, yakni untuk membangun dan mengembangkan perangkat lunak atau software yang telah dibuat.

Artikel Terkait  Web Aplikasi : Pengertian dan Keunggulannya

Dalam melaksanakan pekerjaannya, seorang pengembang software harus menganalisis persyaratan perangkat lunak yang telah diberikan kepadanya. Selain itu pengembang software juga harus menentukan cara membuat fungsi spesifik sistem. Setidaknya seorang pengembang software harus menguasai satu bahasa pemrograman front-end atau back-end dan juga harus menguasai praktik pengembangan tangkas hingga harus melakukan proses pengembangan berbasis tes.

Selama dalam proses pembuatan perangkat lunak, kemungkinan pengembang software akan melakukan kerja sama dengan desainer grafis profesional, pihak manajer produk, pihak manajer senior, pihak pembuat keputusan dan perwakilan pihak pelanggan yang bersangkutan.

Apa Saja Pekerjaan Seorang Software Dev?

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, pengembang software biasanya akan melakukan peran tertentu, seperti membuat front-end Development atau back-end Development pada sistem komputer yang lebih besar dan akan ikut berspesialisasi dalam melakukan beberapa kerangka kerja pengembangan untuk menjalankan perannya dengan baik.

Keterampilan dan kualifikasi Software Dev

Berikut adalah beberapa keterampilan, kualifikasi, dan tanggung jawab yang harus dimiliki oleh mereka yang memiliki pekerjaan sebagai pengembang software.

  • Mampu menulis kode pemrograman secara bersih, detail dan yang bisa dipertahankan dengan baik.
  • Memiliki keahlian dalam urusan pemrograman Javascript, ReactJS, AngularJS, jQuery dan lainnya.
  • Memiliki pengalaman membuat aplikasi front-end dengan menggunakan ES2015 +, Node JS, jQuery, HTML5 hingga CSS3.
  • Mempunyai pengalaman dalam penggunaan alat front-end dan alur kerja dengan Git, Grunt / Gulp.
  • Memiliki pengalaman dalam mendesain situs web responsif.
  • Mampu memahami kompatibilitas antara server dan browser.
  • Memiliki tanggung jawab penuh sebagai seorang pengembang software.
  • Ikut serta untuk berkontribusi pada perbaikan terus-menerus dari arsitektur antarmuka / interface pengguna.
  • Mampu menjelajahi teknologi canggih untuk membuat fitur inovatif, berkualitas dan terbaru.
  • Mampu membangun alat atau tools yang dapat dipakai untuk meningkatkan produktivitas internal.
  • Turut serta dalam berpartisipasi dalam merealisasikan prototipe secara berulang yang sekaligus sesuai dengan persyaratan proyek.
  • Mampu menjalin kolaborasi dan bekerja sama dengan desainer, insinyur front-end, manajer produk, serta insinyur jaminan kualitas untuk mempertahankan kualitas UX.

Tantangan Pelaksanaan Software Dev

Secara garis besar, terdapat beberapa tantangan dalam setiap pelaksanaan yang dilakukan oleh pengembang software. Adapun diantaranya, meliputi:

  • Dalam pelaksanaan pekerjaan sebagai pengembang software, harus ada pihak yang berperan sebagai project leader. Dimana seorang project leader harus mempunyai atau memiliki kemampuan interpersonal yang baik karena menyangkut kelangsungan dan keberhasilan proyek yang dikerjakan. Seorang project leader harus memiliki kemampuan untuk bernegosiasi dengan baik, karena dia adalah orang yang akan berkoordinasi dengan pihak stakeholder untuk membentuk sebuah kontrak kerja.
  • Pada umumnya pengembang software akan mengalami kegagalan ketika tim nya tidak mampu mengestimasi dengan pasti detail-detail kebutuhan dari proyek. Oleh karena itu, mereka perlu melakukan tahap perencanaan sebaik mungkin. Adapun pembuatan tahap perencanaan tersebut, harus menyangkut beberapa hal, yakni : dana, timeline, dan lain-lain. Jika ada satu saja proses perencanaan yang terhambat, maka akan berakibat buruk pada pelaksanaan perencanaan lainnya.
  • Setiap metode yang digunakan akan menentukan setiap proses kerja yang akan dilakukan oleh setiap anggota tim yang terlibat. Oleh karena itu, setiap tim harus mampu menentukan metode yang tepat yang disesuaikan dengan kondisi. Contohnya, ketika mereka ingin membuat sebuah software dengan waktu singkat, maka mereka harus menggunakan metode tipe prototype. Namun, jika ingin membuat software dengan kualitas yang bagus, maka mereka harus menggunakan metode waterfall.
  • Software merupakan sebuah benda yang abstrak, sehingga perlu kemampuan tinggi dalam memahami bahasa komputer dengan baik. Sebab, memahami bahasa pemrograman komputer merupakan hal mutlak yang harus dimiliki oleh setiap anggota tim. Nantinya, pemahaman tersebut akan sangat berguna untuk mengetahui telah sampai pada tahap mana proses pengerjaan software tersebut, sehingga setiap anggota dapat melakukan pembenahan ketika terjadi keterlambatan hingga kesalahan.
  • Proses pengerjaan yang dilakukan oleh pengembang software cenderung bersifat individualis mengharuskan setiap anggotanya agar memiliki interaksi dengan baik, yakni dalam hal profesionalisme kerja dan juga secara kekeluargaan. Sebab para pengembang software harus saling memotivasi agar mereka terus bersemangat ketika mengalami kejenuhan dan tingkat kesulitan dalam proses pengerjaan software yang dilakukan.

Contoh Project Software Development

Pada umumnya yang menjadi salah satu contoh proyek yang dikerjakan oleh pengembang software adalah pembuatan “Microsoft Project”, yakni salah satu software yang dibuat untuk untuk memudahkan pelaksanaan setiap pekerjaan yang dilakukan.

Microsoft Project sendiri mempunyai fitur yang bisa digunakan untuk membuat perencanaan, menentukan sumber daya, memantau progress, menganalisa beban pekerjaan dan mengorganisasi budget. Dalam versi terakhir, Microsoft Project memiliki kemampuan dalam mengintegrasikan keseluruhan proyek dengan database. Hal ini akan membuat para user mampu untuk menampilkan dan mengupdate data melalui jaringan internet.

Biasanya penerapan Microsoft Project dilakukan dengan menggunakan metode Agile, yakni metode yang menggabungkan setiap metode Software Development menjadi satu bagian (Waterfall, Prototype, Incremental dan Spiral).

Untuk keseluruhan waktu pelaksanaan proyek akan dibagi menjadi fase-fase yang lebih kecil. Yang kemudian, setiap fase akan dilakukan dengan menggunakan metode spiral dan incremental, agar dapat dilaksanakan dengan cepat. Yang mana, dalam penerapan metode-metode tersebut harus disesuaikan dengan pelaksanaan bisnis perusahaan, yakni dengan beberapa tahapan di bawah ini:

Melakukan Identifikasi Peluang Pasar

Ide-ide yang telah muncul akan diidentifikasi sebagai kebutuhan pasar. Apabila produk yang diusulkan memiliki peluang untuk dapat bersaing di pasaran, maka produk tersebut akan dilanjutkan ke dalam tahap proposal.

Menentukan Kemajuan Produk

Tim pengembang software yang telah terbentuk harus menentukan cara agar produk tersebut memiliki masa depan yang baik dan dapat bertahan di pasaran. Kemudian, tim harus menentukan jumlah biaya total beserta target harga yang telah diberlakukan di pasaran.

Menentukan Visi Produk

Setiap anggota tim harus memikirkan strategi-strategi khusus agar produk yang diluncurkan mampu memiliki sifat dinamis dan sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Dengan kata lain, tim harus mampu menciptakan produk yang mempunyai kemampuan untuk berevolusi dan berkembang, karena dalam tahap ini tim harus dapat menentukan strategi yang akan diterapkan pada produk pada awal launching-nya.

Launching Produk

Ketika produk sudah selesai dibuat, maka produk akan segera dirilis atau dilaunching dengan cara melakukan publikasi besar-besar, yang disebut dengan “Make lot of noise”.

Keterampilan yang Wajib Dimiliki Seorang Software Dev

Setiap profesi maupun pekerjaan membutuhkan pengetahuan dan juga keahlian khusus dalam bidang yang diperankan. Sama halnya dengan profesi profesional lainnya, seorang pengembang software juga harus memiliki kombinasi antara keahlian teknis dan pengetahuan. Berikut adalah beberapa keterampilan yang wajib dimiliki oleh seorang pengembang software.

Menguasai Bahasa Pemrograman

Jika Anda berhasil menguasai banyak bahasa pemrograman, akan ada banyak keuntungan dan kemudahan yang bisa didapatkan, serta semakin banyak kesempatan yang dimiliki dalam berkontribusi dalam banyak proyek sekaligus. Dari setiap bahasa pemrograman yang telah berhasil dikuasai, seorang pengembang software dapat memilih jenis bahasa pemrograman yang dianggap lebih sesuai digunakan dalam mengerjakan proyek yang dikembangkan.

Mampu Mengikuti Perkembangan Software Development Tools

Sebagai seorang pengembang software, Anda harus mengetahui kemajuan di bidang teknologi, karena saat ini ada banyak tools terkini, bermanfaat dan berkualitas terbaik. Adapun diantaranya adalah:

  • Version control yang dapat digunakan untuk memantau berbagai aplikasi dan source code, seperti tool bernama Git.
  • Tools yang dapat digunakan sebagai manajemen proyek, yakni Pivotal Tracker dan Jira.
  • Tools yang dapat digunakan sebagai servis komputasi web, yakni Heroku dan AWS.
  • Software yang dapat digunakan sebagai tools pemrograman database, yakni SQLite dan PostgreSQL.

Ahli Bernegosiasi

Software Development yang telah bergabung dalam sebuah tim, bukan hanya bertugas untuk melakukan pemrograman saja, tetapi juga harus bekerja sama dan mampu berkolaborasi dengan anggota tim lainnya. Dalam menjalin hubungan ini, pasti ada diskusi, perbedaan pendapatan hingga perdebatan, sehingga pengembang software harus memiliki keahlian dalam dalam bernegosiasi, agar mampu melakukan manajemen konflik, dan bisa berkompromi dengan baik.

Memahami Algoritma, Struktur Data dan Kompleksitas

Supaya dapat merancang pemrograman dengan fungsi yang sempurna, seorang pengembang software harus memahami tentang algoritma, struktur data dan kompleksitas. Dalam melaksanakan pekerjaan sebagai pengembang software, harus menggunakan berbagai algoritma yang difungsikan sebagai filtrasi atau pencarian. Supaya memperoleh hasil yang optimal, maka harus melibatkan analisis dan pengukuran kompleksitas. Dengan demikian, ketiga hal tersebut dapat menghasilkan produk yang mampu memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para pengguna.

Berorganisasi Dalam Memanajemen Pekerjaan

Faktor penting bagi seorang pengembang software adalah memiliki kemampuan berpikir kritis dalam alur kerja dan mampu memanajemen tugas dengan baik. Mulai dari melakukan perbaikan bugs hingga merancang sebuah program, pengembang software harus pandai mengatur pengerjaan yang dilakukan dari sisi prioritas, kerja sama dan juga pembagian dengan anggota tim lainnya.

Berpengalaman Dalam Berbagai Proyek

Selain memiliki keahlian dan pengetahuan, mempunyai pengalaman dalam berbagai proyek sebagai seorang pengembang software dapat memberikan kesempatan dalam melatih diri ketika dihadapkan dengan pemrograman yang kompleks dan rumit. Hal ini akan bermanfaat agar para pengembang software bisa mengerti dan memahami setiap fungsi yang ada pada pemrograman, sehingga mereka dapat dengan mudah melakukan perbaikan bugs dan menambahkan fitur.

Menguasai Frameworks

Mempelajari bahasa pemrograman saja tidak cukup untuk dijadikan modal sebagai pengembang software professional. Sebab, seorang pengembang software harus mampu mempelajari dan menguasai frameworks. Frameworks merupakan suatu perangkat pustaka yang biasa digunakan untuk menggunakan aplikasi dari berbagai macam jenis platform. Nantinya, frameworks akan menyederhanakan tugas-tugas pengkodean, sehingga seorang pengembang software harus menguasainya.

Ingin mencari pengembang software yang memiliki kemampuan dan keterampilan tersebut? Jawabannya, langsung saja hubungi Appkey.co.id, karena dari kami, Anda bisa mendapatkan apapun yang Anda inginkan serta yang menjadi kebutuhan Anda saat ini.

Artikel Terkait  Buat Aplikasi Android Dengan Mudah | Untuk Pemula

Dari setiap penjelasan yang telah disampaikan disini, Anda bisa langsung dapat menyimpulkan, bahwa memiliki profesi sebagai seorang Software Dev profesional tidak mudah, karena memang ada banyak sekali yang harus diperhatikan, mulai dari tahapan, metode yang digunakan, kemampuan bekerja sama dengan tim, memenuhi kebutuhan pelanggan dan lain sebagainya.

Namun, Appkey.co.id hadir sebagai solusi yang terbaik untuk Anda. Di saat Anda membutuhkan jasa pembuat software yang ahli, berpengalaman, profesional dan dapat diandalkan, maka Appkey.co.id adalah tempatnya.

Di sini, Appkey.co.id memiliki tim pengembang software yang sudah sangat berpengalaman, profesional, ahli di bidang IT, menguasai berbagai bahasa pemrograman, menguasai framework dengan baik dan selalu mampu membuat software yang sesuai dengan keinginan, permintaan serta kebutuhan para pelanggan.

Apakah Anda membutuhkan jasa pembuatan aplikasi? | PT APPKEY
Selain mengembangkan aplikasi, kami juga akan membantu Anda mengelola dan meningkatkan kualitas aplikasi Anda, dengan penerapan strategi pemasaran yang tepat, diharapkan nantinya dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang Anda hadapi.

Tentang Kami Kontak Kami
Pengenalan Perusahaan Pengenalan Layanan
Tags: